Ekspor Sapi Australia ke Indonesia Dibayangi Ketidakpastian

Ekspor Sapi Australia ke Indonesia Dibayangi Ketidakpastian

Australia Plus ABC - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 13:03 WIB
Ekspor Sapi Australia ke Indonesia Dibayangi Ketidakpastian
Darwin -

Setelah sebulan tanpa ketidakpastian, perdagangan sapi Australia ke Indonesia telah dimulai kembali dengan berangkatnya kapal pengangkut ternak dari Pelabuhan Townsville pada Kamis (29/9/2016). Kapal ternak lainnya juga diberangkatkan hari Minggu (2/10/2016).

Ekspor ternak ke Indonesia pada bulan-bulan mendatang diharapkan juga akan berjalan seiring dengan sikap para importir Indonesia yang terus menentang keputusan Pemerintah Indonesia yang hendak memperkenalkan aturan baru. Dalam aturan itu Pemerintah Indonesia menetapkan persentase tertentu dari ternak sapi yang harus diimpor untuk tujuan pembibitan.

Seperti diketahui 4 perusahaan di Indonesia sekarang telah menerima izin impor setelah menyetujui aturan baru terkait protokol pembibitan sapi. Dua dari perusahaan tersebut, Santori dan Great Giant Livestock, telah menjalankan program pembibitan ternak sapi di Indonesia, yang tidak diragukan lagi amat membantu keputusan mereka menerima aturan perdagangan baru tersebut.

Salah satu sumber mengatakan kepada ABC Rural kebanyakan dari kalangan importir tidak bersedia melakukan usaha pembibitan ternak dan menghadapi risiko tidak mendapatkan izin impor.

"Para pengusaha feedlot dan pembibitan ternak adalah dua usaha yang berbeda. Keduanya tidak bisa dicampurkan," kata sumber tersebut.

Semoga saja pengusaha feedlot mampu bertahan dalam situasi ini lebih lama dan masih tetap bertahan ketika situasinya membaik," katanya.

Belum bisa dipastikan pada tahap ini apakah kapal Girolando Express, yang mengangkut muatan ternak di Pelabuhan Townsville, juga turut mengangkut 20 persen persentase sapi pembibitan. Atau apakah aturan baru persentase sapi pembibitan ini diterapkan dengan pendekatan jangka panjang, bukan dilihat dari setiap kali pengiriman.

Kapal Girolando saat ini tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan September Ekspor Ternak Sepi

Penundaan yang disebabkan oleh aturan perdagangan baru oleh Pemerintah Indonesia mengakibatkan tidak ada ternak dari Australia yang tiba di Indonesia sepanjang bulan September 2016 dan ini membuat beban biaya para eksportir membengkak.

Sementara itu masih terdapat beberapa kapal ternak yang berlabuh di sejumlah pelabuhan di utara Australia karena masih menunggu izin, termasuk empat kapal di luar Pelabuhan Darwin.

Mick Kingham dari organisasi induk industri daging dan ternak Australia - Meat and Livestock Australia (MLA) mengatakan pekan ini akan ada penumpukan ternak di kandang-kandang di wilayah utara menunggu kelanjutan perdagangan dengan Indonesia.

"Sudah tentu ada sejumlah ternak yang tertahan di Charters Towers dan beberapa depot yang dekat dengan Townsville juga dipenuhi ternak," katanya. "Beberapa perusahaan penggemukan ternak yang dekat dan berada di sekitar kawasan [Townsville] tentu saja juga akan mengalami penumpukan ternak."

Juru bicara Partai Buruh bidang Pertanian Joel Fitzgibbon bulan lalu mengatakan pada dasarnya terjadi "penundaan perdagangan dengan Indonesia" dan Pemerintah Australia perlu melakukan upaya lebih keras.

"Ini bukan peraturan yang secara komersil bisa berlanjut dan semua tergantung (Menteri) Barnaby Joyce untuk menelepon mitranya dan menyelesaikan masalah ini," katanya.
"Saya mendengar informasi kalau sektor [industri ekspor ternak] merasa frustrasi karena tidak ada sikap dari kantor Menteri Barnaby Joyce," tambahnya.

"Dan sementara kondisi ini terus berlangsung, tak kurang dari enam kapal ekspor ternak Australia bersandar di pelabuhan-pelabuhan di utara (Australia) menunggu akses ke Indonesia," kata Fitzgibbon.

Dalam pernyataannya kepada ABC Rural, kantor Menteri Barnaby Joyce menyatakan Menteri Joyce telah menghubungi mitranya di Departemen Pertanian Indonesia. Dan bersama Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Indonesia mengenai masalah ini.

"Menteri menyadari kalau saat ini hanya 4 perusahaan yang telah mendapatkan izin impor ternak. Dan dampaknya beberapa pengiriman dijadwalkan akan berangkat dari Australia menuju Indonesia dalam beberapa hari mendatang," katanya.

"Para pejabat Australia secara aktif mencari klarifikasi resmi dari Menteri Perdagangan Indonesia mengenai pemberitaan di media terkait penghapusan sistem kuota impor sapi," katanya.

"Menteri (Barnaby Joyce) mendengar bahwa Pemerintah Indonesia belum mencapai keputusan akhir mengenai hal ini. Menteri tetap yakin bahwa apa pun keputusan akhir dari Indonesia, Australia akan tetap, seperti biasa, sangat kompetitif di pasar tersebut," ujarnya.

Diterjemahkan pada pukul 20:00 WIB, 2/10/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads