Jangan Memberikan Uang Bagi Pengemis Anak-Anak

Jangan Memberikan Uang Bagi Pengemis Anak-Anak

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 10 Agu 2016 11:06 WIB
Jangan Memberikan Uang Bagi Pengemis Anak-Anak
Jakarta - Asia Tenggara semakin popular bagi kunjungan turis dari Australia dan bagian dunia lain, namun ketika dihadapkan pada anak-anak yang meminta uang di jalan-jalan, banyak yang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Berikut Lisa Clarke dari Australia Plus berbagai pengalaman pribadinya.

Kami bangun pagi untuk memulai perjalanan mendaki bukit yang masih diselimuti kabut di Cat Cat di Vietnam Utara. Sebelum melanjutkan perjalanan menurun ke sebuah lembah, kami melihat sebuah tulisan dalam bahasa Vietnam dan Inggris untuk tidak memberikan uang kepada anak-anak yang meminta. Papan tulisan itu jelas ditujukan kepada turis.

Tidak lama kemudian serombongan anak-anak mengerumuni kami di jalan setapak berbatu, mereka menadahkan tangan meminta uang. Dengan perasaan bersalah, kami mengikuti saran apa yang ditulis di papan tersebut. Sambil tersenyum namun menghindari kontak mata dengan anak-anak tersebut, kami terus berjalan tanpa memberikan apapun kepada anak-anak tersebut.

Beberapa minggu kemudian kami melanjutkan perjalanan dan melintas masuk ke Laos. Berjalan menuju ke pemberhentian bus satu-satunya di Nong Khiaw - sebuah desa kecil di Laos Utara - beberapa bocah laki-laki yang mungkin berusia sekitar 6-7 tahun mendatangani kami. Mereka hanya bisa mengucapkan satu kata dalam bahasa Inggris tetapi arti dan nadanya cukup jelas.

"Gimme, gimme (Minta minta)" kata mereka berulang kali, semakin lama semakin keras, sambil menadahkan tangan berharap beberapa Kip Laos (mata uang negara tersebut). Pakaian mereka bersih dan rapi. Mereka tidak tampak seperti berasal dari keluarga yang memang sangat membutuhkan uang. Jadi mengapa mereka meminta-minta?

Kami mengatakan baw (no) sambil tersenyum, dan tetap berjalan, namun mereka terus mengikuti kami.

Kami terus terang merasa kikuk, namun akhirnya mereka pergi setelah melihat dua orang turis Barat yang datang.

Children begging for money from a tourist in Nong Khiaw, Laos.
Childrenbeggingformoneyfrom atourist inNongKhiaw, Laos.ABC:LisaClarke

Dalam perjalanan di kawasan Asia Tenggara selama beberapa bulan tersebut, kami melihat pemandangan seperti ini berulang kali. Beberapa anak-anak memang tampak sangat membutuhkan bantuan. Yang lainnya tampak sekedar berharap akan diberi sesuatu.

Beberapa terus menarik baju kami. Yang lain lagi seperti tidak mampu bahkan untuk mengangkat leher mereka menengok ke atas. Bahkan bagi mereka yang sering bepergian, pengalaman seperti ini masih mengejutkan.

Membawa ransel seperti turis backpacker membuat kita menjadi sasaran bagi anak-anak peminta-minta di Asia Tenggara.

Rasanya susah mengatakan tidak kepada anak-anak yang meminta sesuatu, apalagi sebenarnya yang diminta mereka juga tidak banyak.

Karen Flanagan, staf bagian perlindungan anak yang bekerja untuk LSM Save the Children mengatakan bahwa kita sering kali merasa bersalah tidak memberikan uang kepada anak-anak tersebut.

"Harus diakui bahwa sering kali susah untuk mengatakan tidak kepada anak-anak tersebut." katanya.

Masalahnya menurut Flanagan adalah kemana uang itu akan digunakan setelah diberikan. Kita tidak tahu dan sebagian besar uang tersebut diberikan kepada orang dewasa yang 'mengatur' anak-anak tersebut untuk mengemis.

Mereka akan marah atau dihukum oleh germo atau orang tua mereka bisa mereka tidak mendapatkan uang.

- Karen Flanagan

Dalam pengalamannya, Karen mengatakan bahwa ana-anak ini sering diajari oleh orang dewasa untuk meminta uang kepada turis Barat dengan alasan untuk sekolah. Ini disebabkan karena pendidikan merupakan hal penting di dunia maju. Dengan kata lain, turis Barat akan merasa bersalah karena disodori alasan tersebut dan susah untuk mengatakan tidak.

Alasan tidak memberikan uang bagi pengemis

Situs Child Safe Tourism menulis bahwa 'anak-anak yang hidup dan bekerja di jalan-jalan khususnya sangat rentan dengan pelecehan seksual, fisik dan emosional. Kadang-kadang anak-anak ini dipaksa untuk mengemis oleh orang dewasa. Dan meskipun niatnya baik, memberikan uang langsung kepada anak-anak tersebut hanya akan memperburuk keadaan, karena mereka akan tetap berada di jalanan dan karenanya rentan akan pelecehan."

Leigh Mathews, koordinator kelompok ReThink Orphanages, mengatakan "Posisi umum adalah memberikan uang kepada anak-anak yang mengemis atau anak-anak yang menjual cendera mata kepada turis bukanlah cara yang baik untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang memerlukan."

Memberikan uang kepada anak-anak yang mengemis juga membuat mereka tidak akan bisa bersekolah.

Pendapatan dari mengemis ini membuat mereka dipaksa untuk terus mengemis, dan bukannya bersekolah. Dan bilapun mereka bisa sekolah, mereka akan terlalu lelah atau terlambat datang karena bekerja.

- Leigh Mathews

Memberikan uang kepada anak-anak juga mempertahankan rantai kemiskinan bila mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan, dan menciptakan masa depan lebih baik bagi mereka sendiri.

Apa yang bisa diberikan selain uang

Leigh mengatakan "Cara terbaik bila anda ingin membantu adalah cari informasi, dan berikan sumbangan anda ke organisasi yang sudah memiliki nama yang bekerja untuk memperkuat keluarga lewat pendidikan, pelatihan dan pendekatan menyeluruh.

Jangan memberikan uang bagi organisasi yang menyediakan penginapan bagi anak-anak termasuk panti asuhan, rumah anak, desa anak, asrama sekolah dan sejenisnya. Anak-anak adalah bagian dari keluarga. dan penampunagan anak tidak bagus bagi anak-anak, dan harus menjadi alternatif sementara atau alternatif terakhir.

- Leigh Mathews

"Dengan cara, anak-anak dan keluarga mereka bisa keluar dari jurang kemiskinan," katanya. (nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads