Pengalaman Pelajar SMPN 5 Yogya Berkunjung ke Australia

Pengalaman Pelajar SMPN 5 Yogya Berkunjung ke Australia

Australia Plus ABC - detikNews
Jumat, 29 Jul 2016 11:25 WIB
Pengalaman Pelajar SMPN 5 Yogya Berkunjung ke Australia
Foto: Australia Plus ABC
Melbourne -

30 pelajar SMPN 5 Yogyakarta melakukan kunjungan studi ke dua sekolah di negara bagian Victoria. Selama hampir dua minggu, masing-masing pelajar tinggal di rumah 'host family' atau keluarga angkat mereka.

Tentunya banyak hal yang bisa dipelajari dan menginspirasi para pelajar yang ikut serta program kunjungan studi ke sekolah Portland Secondary College dan Cobden Technical School di negara bagian Victoria, Australia.

"Untuk bisa mengikuti program ini mereka harus melewati serangkaian tes dan wawancara, seperti keahlian di bidang kesenian, memiliki sikap kepemimpinan, misalnya," ujar Ibu Madya Ningsih, salah satu guru SMPN 5 Yogyakarta yang mendampingi para pelajar.

Selama di Australia, mereka belajar banyak hal, seperti kemandirian, kedisiplinan, hingga perlunya mengikuti peraturan.

Lalu seperti apa pengalaman mereka saat berada di Australia, empat siswa-siswi SMPN 5 Yogyakarta menuliskan pengalamannya.

Fikri Muhammad Akbar, Kelas 9

Fikri Muhammad

FikriMuhammad, Kelas IX Foto:ErwinRenaldi.

Selama di Australia, kami belajar banyak hal, mulai dari disiplin waktu, hampir terlambat pesawat dari Denpasar ke Melbourne, hingga menahan tangis saat hendak berpisah dengan para host family dan school buddy. Pelajaran lainnya adalah betapa harus berlatih mandiri selama berada di rumah host family.

Pengalaman paling berkesan adalah saat kami berkunjung ke primary school. Mereka telah diajari bahasa Indonesia sejak kelas 2, serta selama 40 menit setiap hari mereka berbahasa Indonesia.

Banyak hal berbeda yang saya temukan, seperti cara mereka bergaul, mengkonsumsi makanan, dan pastinya cuaca.

Pengalaman yang akan ditularkan adalah kedisiplinan, yang jarang melanggar aturan dan tata tertib.

Dan tentunya saya akan kembali ke Australia untuk belajar dan mencari beasiswa dan bertemu keluarga disini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nayla Mutiara Nashua, Kelas 8

Nayla Mutiara Nashua
Nayla MutiaraNashua, kelas 8. Foto:ErwinRenaldi.

Menurut saya pengalaman di Australia sangat seru dan menantang karena menggunakan bahasa yang berbeda membuat saya terkejut pada awalnya. Tapi senang sekali kami dapat melatih bahasa Inggris. Kebetulan kami datang saat musim dingin dan suhu yang ekstrim sangat jauh berbeda dengan Indonesia.

Kami tinggal dengan keluarga yang sangat baik, bahkan sangat tulus sehingga kami sangat menyayangi mereka. Kalau menurut saya untuk apa sudah jauh di sini, tetapi bermainnya bersama orang Indonesia.

Saat di sekolah, kebetulan partner saya kelas 9, tapi saya sudah dapat mengikuti pelajarannya karena sudah mendapat pelajaran itu sebelumnya di Indonesia.

"Sekolahnya sangat luas dan canggih, sangat berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia kita hanya menetap di satu kelas, disini berpindah-pindah."

Di hari terakhir, kami sangat sedih karena saat berpisah dengan keluarga angkat kami. Senang sekali dapat mengikuti program ini.

Faisal Heifidiar, Kelas 9

Faisal Heifidiar
FaisalHeifidiar, kelas 9. Foto:ErwinRenaldi.

Pengalaman yang tidak bisa dilupakan adalah saat tinggal bersama keluarga angkat.

Sementara, pengalaman paling baik yang bisa diambil dari perjalanan ke Australia ini adalah ketulusan, kemandirian, dan ketertiban.

"Saya akan menularkan kebudayaan tertib dan mandiri kepada teman-teman di Indonesia."

Suatu saat saya akan kembali Australia. Saya ingin bersekolah dan belajar lebih banyak soal budaya Australia.

Shafa Amalia, Kelas 9

Shafa Amalia
ShafaAmalia, kelas 9. Foto:ErwinRenaldi.

Pengalaman yang paling tidak bisa dilupakan adalah bisa tinggal bersama dengan keluarga yang sangat berbeda budayanya.

Saya bisa belajar untuk mandiri, mulai dari bangun sendiri, menyiapkan baju sendiri, merapikan kamar sendiri.

Pengalaman yang ingin ditularkan ke Indonesia yaitu sering berjalan, tidak malas untuk jalan, karena dengan kebiasaan jalan bisa membuat udara di Indonesia bebas polusi.

"Saya juga ingin menularkan budaya ketulusan orang Australia dan keramahan mereka."

Saya ingin sekali bersekolah di luar negeri, khususnya di Australia, untuk belajar budaya yang sangat berbeda dengan Indonesia.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads