Istri WNI Hilang di Brisbane 2013, Suaminya Ditangkap Soal Tuduhan Pembunuhan

Istri WNI Hilang di Brisbane 2013, Suaminya Ditangkap Soal Tuduhan Pembunuhan

Australia Plus Indonesia - detikNews
Jumat, 17 Jun 2016 16:27 WIB
Istri WNI Hilang di Brisbane 2013, Suaminya Ditangkap Soal Tuduhan Pembunuhan
Foto: Novy Chardon terakhir terlihat di Upper Coomera 6 Februari 6, 2013. Supplied: Queensland Police Service
Brisbane - Suami Novy Chardon, seorang warga Indonesia yang hilang di Brisbane sejak tahun 2013, John Chardon, sekarang dikenai tuduhan pembunuhan terhadap istrinya.

John Chardon, 68, ditahan hari Jumat (17/6/2016) dan kemudian dibawa ke kantor polisi di Brisbane, dimana dia secara resmi dikenai tuduhan pembunuhan.

Dia kemudian dibawa ke Pengadilan Magistrat Brisbane dimana dia tampak menggelengkan kepala, ketika duduk, dan akan tetap menjalani tahanan sampai sidang berikutnya 29 Agustus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di luar pengadilan, pengacaranya Craig Newport mengatakan kliennya akan melawan tuduhan pembunuhan tersebut.

Keberadaan Novie tidak diketahui sejak 6 Februari 2013.

Sementara itu di Gold Coast, Detective Superintendent Dave Hutchinson mengatakan polisi masih mencari informasi mengenai kasus tersebut.

"Sampai saat ini, kami tidak tahu dimana jasadnya berada." katanya.

"Untuk alasan tersebut, kami tetap meminta bantuan publik untuk siapa saja yang memiliki informasi tambahan. Kenyataan bahwa ada orang yang ditahan, tidak berarti masalahnya sudah selesai."

"Kami masih berpandangan bahwa ada orang yang mengetahui mengenai apa yang terjadi di malam tersebut dan mungkin di hari-hari sesudahnya."

Dia mengatakan ini adalah penyelidikan yang rinci dan sangat kompleks.

"Ini penyelidikan yang sangat detil dan sangat kompleks, dan bisa saya katakan penyelidikan dengan bukti-bukti terbatas." lanjutnya.

"Kami ingin memastikan bahwa kami melakukannya dengan benar, dan itulah sebabnya berlangsung lama."

Jenazah Chardon sampai sekarang belum ditemukan, dan wanita berusia 34 tahun asal Indonesia tersebut terakhir terlihat dalam rekaman CCTV ketika membeli bensin di SPBU di Coomera di malam dia menghilang 6 Februari 2013.

Mobil Novy kemudian ditemukan di dekat sebuah stasiun kereta tidak jauh dari SPBU lima hari kemudian. Dua hari setelah Novy hilang, John Chardon melakukan perjalanan ke Indonesia dengan kedua anaknya dari hasil pernikahan dengan Novy, untuk urusan bisnis.

Ketika dia kembali hampir dua minggu kemudian, John dipanggil oleh polisi dan diperiksa selama beberapa jam, namun tidak dikenai tuduhan apapun.
Hadiah uang $ 250 ribu (sekitar Rp 2,5 miliar) ditawarkan di bulan Maret 2014 bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan atau nasib ibu dari dua anak tersebut.

Polisi sudah melakukan beberapa pencarian intensif di beberapa lokasi untuk menemukan jasad Novy namun belum berhasil menemukan bukti berarti.
Rentang waktu hilangnya Novy Chardon:

  • 6 Februari 2013: Hilang, terakhir terlihat di SPBU di Coomera
  • 8 Februari 8: Suami John Chardon ke Indonesia bersama dua anak mereka untuk urusan bisnis.
  • 10 Februari 10: Laporan orang hilang dibuat oleh polisi
  • 11 Februari : Mobil Novy ditemukan dekat stasiun kereta Nerang
  • 13 Februari : Kawasan semak di dekat rumah mereka di Upper Coomera ditelusuri
  • 20 Februari: Polisi memeriksa tempat usaha John Chardon
  • 25 Februari: John Chardon kembali dari perjalanan dari Indonesia dan diperiksa oleh polisi selama beberapa jam
  • 4 Maret 2014: Polisi menggali sebuah tempat di belakang sebuah rumah di kawasan Mt Nathan.
  • 6 Maret : Polisi menemukan sebuah ute putih, sebuah mobil yang tampak terlihat di dekat mobil Novy
  • 13 Maret: Hadiah $250,000 ditawarkan bagi siapa yang memiliki informasi mengenai keberadaan Novy
  • 28 Januari 2015: Polisi melakukan pencarian di sebuah properti di Gold Coast namun tidak menemukan apapun
  • 17 Juni 2016: John Chardon ditahan atas tuduhan pembunuhan dan akan menjalani peradilan.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Diterjemahkan dan diperbaiki pukul 16:55 Waktu Australia oleh Sastra Wijaya. (nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads