Pemerintah NSW Lamban Lengkapi Bus Sekolah dengan Sabuk Pengaman

Pemerintah NSW Lamban Lengkapi Bus Sekolah dengan Sabuk Pengaman

Sarah Gerathy - Australia Plus - detikNews
Minggu, 12 Jun 2016 19:36 WIB
Pemerintah NSW Lamban Lengkapi Bus Sekolah dengan Sabuk Pengaman
Foto: Pemerintah NSW berencana memasang sabuk pengaman di 1700 bus sekolah dalam jangka waktu 10 tahun. ABC News
Sydney - Pemerintah New South Wales dituding sangat lamban memasang sabuk pengaman di bus-bus sekolah. Padahal langkah ini akan dapat menyelamatkan nyawa anak-anak yang bepergian melewati jalan tol untuk bisa tiba di sekolah.

Setelah serangkaian kecelakaan bus sekolah parah, Pemerintah NSW mengumumkan pada tahun 2013 akan menghabiskan $208 juta untuk memasang sabuk pengaman di sekitar 1700 bus yang didedikasikan untuk perjalanan menuju sekolah di daerah pedesaan dan regional dalam waktu 10 tahun.

Tetapi sepertiga lebih sudah tenggat itu berjalan, hanya 340 bus yang sudah dipasangi sabuk pengaman.

Anggota parlemen dari Partai Buruh di Port Stephens, Kate Washington, yang telah mengkampanyekan sabuk pengaman di bus sekolah sejak sebelum ia masuk ke parlemen, mengatakan bahwa itu terlalu lambat.

"Fakta bahwa Pemerintah bergerak sangat lamban untuk masalah ini ketika nyawa anak-anak menjadi berisiko, ini merupakan sikap yang menyedihkan," katanya.

Namun Menteri Transportasi, Andrew Constance mempertahankan tingkat pemasangan sabuk pengaman itu.

"Ini bukan sesuatu yang bisa diwujudkan dalam satu malam," kata Constance.

"Partai Buruh ... tidak melakukan pemasangan sabuk pengaman ini dalam 16 tahun belakangan, padahal mereka memiliki anggaran yang cukup untuk melakukannya,"

Constance juga tidak mau menanggapi pertanyaan apakah keputusan Pemerintah Federal untuk memotong subsidi bus sekolah tahunan senilai $1 juta juga berdampak pada masih sedikitnya jumlah sabuk pengaman yang sudah dipasang.

Isu ini sangat memprihatinkan karena Shelley Linderman, yang tinggal di Tea Gardens di pantai tengah-utara dan mengirimkan ketiga putranya di bus sekolah ke Pacific Highway ke Medowie, lebih dari 40 kilometer jauhnya.

"Pada saat itu kondisi di dalam bus sangat kacau," katanya.

"Kami mendapati banyak anak-anak mendapatkan bus sekolah yang sudah tua, tanpa sabuk pengaman. Ada juga anak-anak yang duduk bertiga di satu kursi dan anak-anak yang berdiri".

Kepala Sekolah Kristen Medowie, Simon Herd, mengatakan banyak bus sekolah di Hunter Valley yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk melewati skema
pemasangan sabuk pengaman.

"Sekitar setengah dari bus sekolah yang kami miliki saat ini akan dikenakan semacam pengaturan sabuk pengaman," kata Herd.

"Bagi saya, saya tidak yakin itu cukup, saya percaya bahwa setiap anak yang bepergian dengan bus sekolah harus memiliki sabuk pengaman."

Namun Herd juga menyerukan peraturan lain seputar bus sekolah juga ditinjau, termasuk aturan yang memungkinkan anak-anak di bawah 12 untuk duduk bertiga di satu kursi atau berdiri di lorong sementara bus wisata itu berjalan dengan kecepatan 80 kilometer per jam (kpj).

"Sebuah pelajaran fisika sederhana akan memberitahu Anda bahwa dalam hal berhenti darurat, para pelajar yang berdiri dengan ransel ... akan terus jatuh tergelincir ke arah depan dengan kecepatan bus seperti itu ... sampai mereka menghantam sesuatu yang keras yang akan menghentikan mereka," kata Herd.

Menteri telah memberikan harapan bagi mereka yang ingin program sabuk pengaman bus sekolah diperluas. Constance mengatakan bahwa perubahan pengaturan kontrak bus sekolah di daerah memungkinkan ruang untuk pemasangan tambahan sabuk pengaaman.

Dia mengatakan ia akan meminta Komite Penasehat Keselamatan Bus Sekolah mempertimbangkan memasang sabuk pengaman di semua bus yang berfokus pada anak-anak sekolah dan beroperasi di jalan-jalan dengan batas kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam dalam waktu lama. (nwk/nwk)


Berita Terkait