Kantor Sherif New South Wales menjual rumah milik keluarga Bobolas tersebut untuk membayar tanggungan biaya sekitar $160.000 untuk upaya pembersihan rumah tersebut dan juga biaya hukum.
Rumah yang berlokasi di Boonara Avenue, pinggiran Timur Sydney itu terletak di jalan yang sangat strategis karena hanya cukup jalan kaki saja dari pantai terkenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah dan kebun mereka dipenuhi sampah yang berbau busuk dan memicu banyak tikus dan kecoa di seluruh kawasan tersebut.
Para tetangga sangat gembira mengetahui sampah di rumah tersebut akan dibersihkan karena sudah mengotori lingkungan mereka lebih dari seperempat abad.
Agen penjual property tersebut Ric Serrao dari Raine & Horne memperkirakan rumah tersebut akan memiliki nilai jual yang tinggi dalam acara lelang Kamis malam ini (9/6).
"Pembeli diarahkan untuk membeli pada angka $2juta," katanya.
"Pembeli yang berhasil memenangkan lelang akan bertanggung jawab untuk menyingkirkan semua barang di rumah tersebut. Mereka juga bertanggung jawab mengambil alih kepemilikan atas rumah itu, sehingga terserah pembeli untuk membuat penghuni rumah saat ini keluar dari properti itu,"
Dewan Kota Waverley telah bersengketa dengan keluarga Bobolas selama 26 tahun atas apa yang disebutnya sebagai "masalah utama kesehatan dan keselamatan masyarakat terkait dengan penimbunan sampah yang terus-menerus".
Sudah dilakukan 15 kali pembersihan berskala besar di rumah itu sepanjang waktu tersebut β dan memakan biaya yang sangat besar.
Sengketa hukum yang berlarut-larut ini berakhir dengan keputusan properti itu akan dijual paksa untuk membayarkan tunggakan biaya pembersihan dan biaya lainnya sebesar $160.000.
Dewan Kota Waverley menolak wawancara tetapi merilis pernyataan.
"Ini adalah isu kesehatan dan keselamatan publik untuk keluarga dan untuk penduduk di dekatnya," kata pernyataan itu.
"Kami akan terus menawarkan layanan dukungan spesialis kepada keluarga Bobolas dan Kami sangat berharap Mereka memilih untuk menerima dukungan itu."
Psikolog klinis Catherine Madigan mengatakan perilaku menimbun barang merupakan kondisi kesehatan mental yang sangat sulit ditangani.
"Ini kondisi yang sangat sulit dipahami kalau orang memiliki kedekatan yang amat besar pada benda-benda sampah seperti ini," katanya.
"Hanya karena kita kira mereka tidak memiliki nilai, para penimbun bisa jadi memiliki emosi yang sangat sentimental pada barang-barang semacam ini, mereka bisa amat percaya kalau mereka akan mendapat uang banyak dengan menimbun barang semacam ini,"
"Jadi lihat, Saya bayangkan mereka akan merasa sangat trauma,"
Madigan mengatakan penimbun barang lebih banyak penderitanya daripada perkiraan orang dan keluarga di Bondi ini perlu mendapatkan simpati.
"Sejumlah orang di pinggiran kota biasanya memiliki dinding pembatas rumah yang tinggi, sehingga barang-barang sampah yang mereka timbun tidak akan berjatuhan ke kebun, tapi ada banyak rumah di seluruh Australia yang penuhi hingga ke atapnya dengan barang-barang tapi hanya tidak mengetahuinya saja," katanya.
"Tidak ada banyak dana untuk pengobatan masalah kesehatan mental seperti ini, di bawah skema pelayanan kesehatan mental maupun skema pelayanan kesehatan, umumnya orang hanya dibenarkan mendapatkan layanan untuk 10 kali sesi terapi saja".
"Anda tahu jika kita hendak membantu penimbun sampah, maka kita memerlukan lebih banyak bantuan." (nwk/nwk)











































