Nenek Kembar Ini Masih Bertukar Surat dengan Sahabat Pena Selama 80 Tahun

Nenek Kembar Ini Masih Bertukar Surat dengan Sahabat Pena Selama 80 Tahun

ABC; Amanda Hoh - detikNews
Jumat, 10 Jun 2016 12:02 WIB
Nenek Kembar Ini Masih Bertukar Surat dengan Sahabat Pena Selama 80 Tahun
Foto: Dulcie Grose dan Nancie Varley, 90 tahun, telah bertukar surat dengan sahabat pena mereka selama 80 tahun. ABC; Amanda Hoh
Sydney - Pada tahun 1935, kembar identik, Dulcie Grose dan Nancie Varley, mengirim surat ke sebuah stasiun radio di Sydney setelah sang penyiar "Aunty Val" menawarkan untuk membawa surat mereka ke Los Angeles, untuk ditemukan dengan sahabat pena.

Delapan puluh tahun kemudian, kakak-beradik kembar ini masih bertukar surat. Sahabat pena mereka ternyata juga saudara kembar.

"Saya punya satu kardus karton sangat besar yang penuh dengan surat dan foto-foto yang dikumpulkan selama 80 tahun," tutur Nancie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bacaan yang sangat menarik, terutama saat kami masih kecil. Surat pertama menanyakan kepada saya, apakah saya tahu Shirley Temple? Dan tentu saja iya (tahu)," kenangnya.

Nancy menyambung, "Surat-surat itu sangat menarik, terutama selama tahun-tahun perang."

Dulcie dan Nancie pertama kali bertemu sahabat pena mereka masing-masing, yakni Barbara dan Beatrice di Sydney, 50 tahun setelah mereka pertama kali bertukar surat.

"Kami punya begitu banyak foto-foto mereka, dan ketika mereka muncul di bandara saya langsung mengenali mereka. Kami masih terus bertukar surat. Saya menerima tiga surat pada bulan lalu," kata Dulcie.

Sahabat pena. Dulcie Grose menyimpan surat pertama yang ia terima dari sahabat penanya, Beatrice, dari tahun 1935. ABC; Amanda Hoh

Tradisi menulis surat diteruskan ke anak

Terinspirasi oleh bakat ibu dan bibi-nya dalam menulis surat, putri Dulcie, Heather Archbold, juga menjadi sahabat pena dengan putri Beatrice saat ia berusia delapan tahun.

Heather dan Gail, yang tinggal di Portland Oregon, telah saling bertukar surat selama 50 tahun.

Meski mereka sempat kehilangan kontak, mereka terhubung kembali ketika email dan Facebook hadir.

"Kami punya kehidupan yang cukup mirip," ujar Heather.

"Kami berdua ikut Pramuka, kami berdua menjadi guru sekolah dasar dan bahkan sama-sama menugaskan murid kami untuk menulis surat kepada satu sama lain di tahun 1970, dan kami berdua bekerja di layanan disabilitas," utaranya.

Ia menambahkan, "Internet membuat silaturahmi menjadi instan seketika."

Sahabat pena. Nancie Varley menunjukkan foto sahabat pena-nya dan Dulcie, yakni Barbara dan Beatrice Boyce. ABC; Amanda Hoh


Generasi ketiga pertahankan tradisi menulis

Keluarga penulis surat ini telah berkembang ke generasi ketiga dan memiliki potensi untuk melampauinya.

Kathy Herbert - putri Heather - berteman dengan menantu Gail, yang bernama Tara.

Meski Kathy dan Tara belum berkomunikasi lewat surat, mereka terus berhubungan dekat di Facebook dan bertemu untuk pertama kalinya di Kanada beberapa tahun yang lalu.

Kedua perempuan ini sama-sama dikaruniai bayi tahun ini - hanya beberapa bulan terpisah.

"Anda tak pernah tahu, mereka [anak-anak] mungkin ingin tetap berhubungan. Ada sesuatu yang khusus tentang aktivitas menulis surat," aku Kathy.

"Akan bagus jika kita kembali ke masa itu tapi tentu tak banyak dilakukan sekarang ini. Hal terbaik berikutnya adalah untuk tetap berhubungan melalui internet," sarannya.

Sementara Facebook dan email mungkin menjadi metode komunikasi standar era ini, Nancie percaya, seni dari menulis surat telah ketinggalan jaman.

"Saya hari ini juga berpikir bahwa mereka tak tahu pula bagaimana mengeja dengan baik. Itu adalah topik yang sangat kuat ketika kami masih sekolah - Anda harus tahu tata bahasa Anda," utaranya.

Nancie tertawa terbahak-bahak ketika ditanya apa rahasianya untuk menjaga sahabat pena selama 80 tahun.

"Menjawab surat Anda," sahutnya. (nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads