Sehari-harinya, Ami bekerja pada Minaret College Islamic School di Melbourne. Di sekolah itu, pada Jumat (3/6/2016) pekan lalu, diselenggarakan welcoming Ramadan assembly, semacam upacara bagi murid-murid dalam menyambut kedatangan bulan puasa.
"Acaranya ramai sekali, dengan bermacam-macam kegiatan," ujar Ami kepada wartawan ABC Farid M. Ibrahim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minaret College merupakan sekolah Islam yang didirikan tahun 1992 dengan hanya 20 murid saat itu. Namun kini, siswanya telah mencapai jumlah sekitar 1.300 orang, mulai dari jenjang taman kanak-kanan hingga SMA.
Lokasi Minaret College terletak di wilayah pinggiran Melbourne dan melayani masyarakat yang berada di belahan selatan dan timur kota itu.
Kedua anak Ami-Red telah berlatih puasa sebulan penuh sejak 3 tahun lalu. (Foto: Istimewa) |
Ami sendiri dikaruniai dua anak laki-laki yang kini telah ikut menjalankan ibadah puasa. "Syukur alhamdulillah keduanya puasa sebulan penuh," ucap perempuan asal Jakarta yang suaminya merupakan warga Australia ini.
Yang unik, di saat sahur pertama bulan puasa kali ini, anak-anak Ami cukup bersantap dengan roti bakar French toast ditambah minuman susu dan madu.
Memang, bagi keluarga Muslim di Australia, apalagi di belahan selatan yang kini memasuki musim dingin, makan sahur tidak jarang sama saja dengan sarapan pagi di hari-hari biasa. Menunya, roti bakar dan susu, sudah cukup bagi sebagian orang.
"Untungnya" karena puasa kali ini bertepatan dengan musim dingin, sehingga jangka waktu berpuasanya jauh lebih pendek, rata-rata hanya 11 jam. Bandingkan dengan puasa tahun ini di Paris yang lagi musim panas, dan bisa selama 18 jam!
Lalu bagaimana dengan suami Ami sendiri? "Dia pernah mencoba puasa tapi tidak tahan," ujar Ami. Apalagi, pekerjaan sang suami merupakan kerja fisik sehingga tantangannya semakin berat.
Namun selama bertahun-tahun pernikahan mereka, sang suami dengan penuh dukungan turut membantu anak-anak dan istrinya menjalankan ibadah puasa.
"Dia tahu istri dan anak-anaknya puasa, sehingga turut mendukung kami. Dia tahu kami harus pergi tarawih kalau malam dan harus makan sahur dinihari," katanya.
Bersama umat Islam lainnya, Ami dan kedua anaknya pun turut menjalankan salat tarawih pertama Ramadan tahun ini di Masjid Westall, masjid yang didirikan oleh masyarakat Indonesia yang berada di kota ini.
Selama tinggal di Australia, Ami mengaku tidak mengalami masalah dalam menjalankan ibadah puasa. "Yang agak berat kalau puasanya pas lagi summer aja," ujar Ami.
Maklumlah, jika Ramadan jatuh pada musim panas, orang bisa berpuasa selama 18 jam. Puasa saat summer seringkali berbukanya pada pukul setengah 10 malam dan sudah harus imsak atau menahan pada pukul setengah 3 pagi! (nwk/nwk)












































Kedua anak Ami-Red telah berlatih puasa sebulan penuh sejak 3 tahun lalu. (Foto: Istimewa)