Pengalaman Hidup Serumah dengan Pasangan Beda Usia Jauh

Pengalaman Hidup Serumah dengan Pasangan Beda Usia Jauh

Tierney Bonini - detikNews
Jumat, 03 Jun 2016 15:29 WIB
Pengalaman Hidup Serumah dengan Pasangan Beda Usia Jauh
Foto: Alice dan Sean mengatakan mereka akur karena tidak mencampuri urusan masing-masing ABC: Tierney Bonini
Melbourne - Alice tinggal di rumahnya di Melbourne sendirian selama 60 tahun terakhir, namun sebelum ulang tahunnya yang ke-100 bulan lalu, dia mendapat teman tinggal baru, Sean yang berusia 28 tahun.

"Saya membuat keputusan ketika saya berusia 18 tahun, bahwa saya tidak akan menikah. Saya pernah pacaran beberapa kali tapi saya tidak mau menikah," kata Alice.

"Saya praktis hidup sendirian selama ini. Saya memiliki banyak teman, namun sayangnya banyak yang lebih muda dan sekarang hampir semuanya sudah meninggal."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena hidup sendirian, Alice mendapat bantuan teratur dari kota praja setempat, namun akhirnya menyadari bahwa dia memerlukan bantuan lebih banyak lagi.

"Saya sudah lama berpikir bahwa karena hidup sendirian, saya merasa perlu mencari seseorang yang bisa datang ke rumah." tambah Alice.

"Tiga hari seminggu, seorang wanita datang untuk membantu saya mandi dan mengenakan baju."

"Akhirnya mereka memperkenalkan saya dengan Sean dan tampaknya kami cocok, sehingga saya bilang 'ya dia bisa tinggal di sini'".

Mereka dipertemukan lewat Homeshare, sebuah skema yang menghubungkan anak-anak muda yang perlu tempat tinggal layak dengan orang tua yang ingin tinggal sendiri namun memerlukan bantuan.

Kelompok seperti United Life Assist dan Care Connect membantu mempertemukan orang-orang yang ingin berbagi rumah tersebut. Mereka yang tertarik harus melewati pemeriksaan polisi, dan wawancara selama 90 menit.

Bagi Sean yang berasal dari China, tinggal bersama Alice membuatnya tidak harus membayar sewa rumah yang mahal di Melbourne.

"Ini bagus sekali bagi mahasiswa, dan sebagai seorang pelajar ini sangat membantu saya memperlancar bahasa Inggris, karena saya bisa berkomunikasi dengan Alice setiap hari." kata Sean.

Sean tidak harus membayar sewa, dan sebagai bayaran tinggal gratis di sana, dia harus membantu Alice membersihkan rumah 10 jam seminggu.

"Saya membersihkan kotoran possum di halaman belakang, saya membawa sampah ke luar seminggu sekali. Bila obatnya habis, saya yang pergi ke apotek. Kadang dia meminta saya membeli susu, atau roti atau surat kabar." kata Sean lagi.

Alice (100 tahun) sudah hidup sendirian hampir sebagian besar masa hidupnya ABC: Tierney Bonini


Sean mengatakan Alice mengingatkannya akan neneknya sendiri.

"Dia selalu mengajar saya sesuatu, dan terang-terangan mengatakannya. Misalnya bila saya berbicara dengan suara keras, dan dia mengatakan 'kamu tidak seharusnya bicara sekeras itu'".

"Kadang saya bertingkah tidak tepat kepada orang lain, dia akan langsung menegur."

Dalam soal makanan, menurut Sean, Alice sangat cerewet.

"Satu-satunya makanan saya yang cocok untuk Alice adalah sup labu. Dia suka sekali." kata Sean.

"Kadang saya masak bubur atau tumis sayur, namun Alice tidak mau mencobanya. Namun kalau sup labu, dia akan makan dua porsi." kata Sean lagi.

Sean mengatakan Alice sudah memberitahu rahasia umur panjang.

"Dia mengatakan satu hal: kunyah makanan kita dengan benar. Dia menggunakan kata yang belum pernah saya dengar sebelumnya: masticating."

"Dan yang lain, jangan campuri urusan orang lain."

Alice mengatakan dengan teman satu rumah seperti Sean, dia bisa tetap hidup di rumahnya sendiri.

"Sean sibuk dengan urusannya sendiri, dan saya juga dan itulah kuncinya." kata Alice.

Maria dan Sofie merasa cocok satu dengan yang lain. ABC: Tierney Bonini


Maria yang dulunya berasal dari Italia, sekarang berusia 83 tahun dan menderita Alzheimer's.

Setelah suaminya meninggal, dia takut tinggal sendirian di rumah karena dia takut dengan kegelapan.

"Saya tidak bisa hidup seperti ini, khususnya malam hari. Ketika saya naik ke ranjang, saya gemetaran karena takut." kata Maria.

Putri Maria, Rosa kemudian melihat adanya program Homeshare, dan sebulan setelah suami Maria meninggal, Sofie (35 tahun) masuk untuk tinggal bersama.

"Saya tidak memerlukan seseorang yang perlu membersihkan rumah atau tugas-tugas seperti itu, saya hanya butuh seseorang menemani ibu saya." kata Rosa.

"Itulah sebabnya bagus ada Sofie di sini."

Sebelum di sana, Sofie harus melakukan perjalanan selama 3 jam setiap hari ke kota, karena dia tidak sanggup membayar sewa yang mahal untuk tinggal ke tempat lebih dekat ke tempat kerjanya.

"Maria sangat baik, dan setiap kali tiba di rumah, saya selalu melihat wajahnya tersenyum, dan dia menyambut saya, memeluk, dan senang bisa melihat seseorang yang memiliki perhatian besar kepada kita." kata Sofie.

"Tentu saja ada masalah namun itu semua masalah kecil. Karena hidup dengan orang tua, kita tidak bisa mengharapkan banyak hal. Mereka tidak mendengar apa yang kita katakan adalah hal biasa. Kita harus mengulang berulang kali. Kita juga akan mendengar cerita yang sudah diulang berkali-kali."

Maria (85) menderita Alzheimer's dan mengatakan tidak tenang sendirian di rumah. ABC: Tierney Bonini



Sofie dan Maria sekarang senang tinggal berdua.

"Ini menunjukkan betapa cocoknya kami. Dia suka masak, sementara saya tidak begitu." kata Sofie.

"Jadi Maria memasak, dan saya kemudian cuci-cuci peralatan setelah itu."

Maria senang dengan keadaan itu.

"Dia teman yang baik, dan saya merasa ditemani. Dia memakan semua yang saya masak, dan saya ingin membantunya, jadi saya masak yang enak. Saya tahu apa yang diinginkannya, sehingga saya masak lebih banyak lagi."

Rosa juga lega bahwa ibunya senang.

"Ibu memanjakan Sofie. Dia tahu Sofie senang dengan masakannya. Dia memang pintar masak, dan melihat ada orang yang senang, membuatnya juga lebih senang." (nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads