Kewajiban reforestasi lahan ini telah membuka peluang untuk tumbuhnya sejumlah prosentase berbagai tanaman dan pohon yang sebelumnya tumbuh di kawasan yang akan menjadi tambang.
Pemilik koleksi benih dan bibit tanaman, Stuart McReaddie telah menjalankan bisnisnya dari Gilgandra.
Dia terjun ke bisnis pengumpulan benih pohon ono ini mengikuti jejak ayahnya, yang merupakan seorang pecinta hutan dan mulai mengoleksi benih dan mendirikan usaha penjualan tanaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memiliki sebuah ruangan kecil penuh dengan cabang pohon kayu putih yang bisa berisi hingga 110.000 benih per kilogram.
McReaddie mengatakan benih itu kemudian diberi pelapis dan disebarkan dengan menggunakan helikopter.
"Banyak dari bibit-bibit itu sekarang diberi pelapis, terutama jika mereka menggunakan banyak spesies yang berbeda," katanya.
"Mereka akan mengelompokkan satu cluster benih yang berbeda dari masing-masing spesies dalam sebuah bola dan kemudian mereka akan melapisi kulit biji tersebut yang akan membuat jera semut atau untuk mencegah benih itu dicuri oleh semut".
Dari proses penyemaian benih itu, butuh waktu 15 sampai 18 tahun untuk membuat pohon kayu putih tumbuh menjadi tanaman dewasa.
Meski kebutuhan akan benih dari sektor pertambangan meningkat, menurut McReaddie bukan berarti bisnis ini tidak memiliki tantangan, sebaliknya ia menghadapi banyak tantangan termasuk kurangnya pemahaman tentang kegiatan pengumpulan benih yang dilakukannya.
"Orang sekarang berpikir setiap pohon pasti melindungi sesuatu dan ada banyak orang yang menilai kita tidak boleh menebang dahan pohon, tapi ini merupakan satu-satunya yang bisa kita lakukan untuk mengoleksi benih dari pohon tersebut," katanya.
McReaddie mengatakan kemarau juga telah memberi dampak karena berbagai spesies pohon tidak mampu memproduksi sebanyak mungkin biji. (nwk/nwk)











































