PNS Australia Pamerkan Kemampuan Berbahasa Indonesia di Canberra

PNS Australia Pamerkan Kemampuan Berbahasa Indonesia di Canberra

Australia Plus ABC - detikNews
Jumat, 13 Mei 2016 14:51 WIB
PNS Australia Pamerkan Kemampuan Berbahasa Indonesia di Canberra
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Australia yang terdiri dari diplomat, perwira militer dan jaksa memamerkan kemampuan mereka berbicara dalam Bahasa Indonesia secara fasih kepada Dubes RI, Nadjib Riphat Kesoema, di Canberra hari Kamis (12/05/2016).

Dengan berbaju batik, para PNS Australia yang tengah belajar Bahasa Indonesia di Canberra Institute of Technology (CIT) tersebut berkunjung ke KBRI Canberra untuk mempraktekkan pelajaran Bahasa Indonesia yang telah mereka tekuni selama ini.

Didampingi oleh guru mereka, yakni Betsy Phillips dan Urip Sutiyono yang sudah bertahun-tahun berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia untuk orang-orang Australia, para PNS Australia ini menceritakan berbagai hal, mulai dari belajar bahasa, mengunjungi berbagai daerah di Indonesia hingga masakan favorit Nusantara yang telah mereka cicipi.

Dubes Nadjib Riphat (dua dari kiri) sedang berbincang dengan sejumlah PNS Australia yang sedang belajar bahasa Indonesia di Canberra. (Foto: Kiriman/KBRI Canberra)
Dubes Nadjib Riphat (dua dari kiri) sedang berbincang dengan sejumlah PNS Australia yang sedang belajar bahasa Indonesia di Canberra. (Foto: Kiriman/KBRI Canberra)

Nicole Pyke yang bekerja di Kementerian Pertahanan misalnya, mengaku sejak awal sangat menikmati belajar Bahasa Indonesia. Tak heran jika Bahasa Indonesianya sangat fasih. Menurut Nicky, panggilan akrabnya, dirinya kini juga sedang belajar Bahasa Jawa.

Sedangkan Belinda Adams, diplomat muda yang akan bertugas di Konsulat Jenderal Australia di Denpasar, Bali menyatakan bahwa Bahasa Indonesia sangat dibutuhkan untuk mendukung tugasnya di Indonesia.

Sementara, Erin Green, seorang perwira wanita Angkatan Udara dan juga Marion Barraclough dari kantor Kejaksaan Agung Australia, memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik akan memberikan manfaat positif dalam karir dan pekerjaan mereka. Erin secara khusus mengutarakan keinginannya untuk dapat bertugas di Indonesia.

Di akhir acara, mewakili rekan-rekannya, Marion yang mengaku sudah empat kali berkunjung ke Indonesia menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia dengan sangat baik dan mengagumkan.

Umumnya para PNS Australia yang tengah belajar bahasa tersebut pernah beberapa kali ke Indonesia. Sebagian besar mereka mulai mempelajari Bahasa Indonesia ketika masih duduk di bangku sekolah dan kuliah.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan beberapa kalangan di Australia terbukti bahwa orang Australia yang mempelajari Bahasa Indonesia memiliki persepsi yang lebih positif mengenai Indonesia.

KBRI Canberra selama ini aktif mempromosikan Bahasa Indonesia di berbagai kalangan di Australia, mulai dari SD hingga SMA, universitas, hingga guru-guru Bahasa Indonesia, seperti dengan membuka kelas Bahasa Indonesia, memberikan materi pengajaran dan pelatihan hingga mengirim guru bantu di berbagai sekolah.

Bahkan pada awal Juni 2016 nanti, akan diadakan Konggres Bahasa Indonesia yang pertama di Kota Wollongong, New South Wales yang akan diikuti oleh para guru-guru Australia yang mengajarkan Bahasa Indonesia di semua negara bagian.

Dalam rilis yang diterima oleh ABC Australia Pulus Indonesia, secara khusus Dubes Nadjib memberikan apresiasi terhadap antusiasme para PNS Australia dalam mempelajari Bahasa Indonesia.

Menurut Dubes RI, dengan menguasai berbahasa Indonesia dengan baik, maka akan mempermudah komunikasi sekaligus meningkatkan saling pengertian dan rasa hormat antar masyarakat kedua negara.

Ditambahkan oleh Dubes Nadjib bahwa sebagai negara bertetangga dekat dengan segala dinamikanya dalam berinteraksi, Indonesia dan Australia harus terus mempromosikan dialog secara reguler agar hubungan kedua negara saling menguntungkan.

"Baik Indonesia maupun Australia merupakan mitra dekat dan tidak memiliki kamus bermusuhan satu sama lain." kata Dubes Nadjib.

Dalam kaitan ini, Dubes Nadjib akan terus memainkan perannya menjadi jembatan bagi kedua negara agar hubungan bilateral yang terjalin selalu konstruktif dan produktif. (nwk/nwk)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini