Pelajar Australia Usia 15 Tahun Tertinggal di Matematika, Sains dan Membaca

Pelajar Australia Usia 15 Tahun Tertinggal di Matematika, Sains dan Membaca

Australia Plus ABC - detikNews
Kamis, 12 Mei 2016 17:40 WIB
Pelajar Australia Usia 15 Tahun Tertinggal di Matematika, Sains dan Membaca
Foto: Ilustrasi pelajar Australia (via Australia Plus)
Jakarta - Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa para pelajar berusia 15 tahun tertinggal di bidang matematika, sains, dan membaca dibandingkan negara-negara lain yang memilki perekonomian serupa.

Laporan tersebut membuat Dewan Penelitian Pendidikan Australia (ACER) mendesak perlunya tindakan segera untuk memperbaki apa yang mereka lihat sebagai kecenderungan yang mengkhawatirkan.

Direktur eksekutif ACER Professor Geoff Masters meminta adanya rencana nasional yang melibatkan pemerintah Federal, dan negara bagian, dan juga kerjasama dengan orang tua dan kalangan bisnis.

Di Australia, tiap negara bagian memiliki rencana sendiri berkenaan dengan bidang pendidikan, sesuai dengan apa yang mereka lihat sebagai kebutuhan 'lokal'.

"Sudah terjadi penurunan performa bagi murid berusia 15 tahun di pelajaran membaca, matematika dan sains, dan penurunan di bidang matematika sudah terjadi secara dramatis sejak tahun 2000." kata Prof Masters.

"Yang kita perlukan adalah pembicaraan secara nasional mengenai apa yang harus dilakukan untuk membalikkan keadaan ini di sekolah-sekolah."

"Ini adalah tantangan secara nasional dan memerlukan response secara nasional juga."

Para ahli menyerukan tindakan segera untuk mengatasi menurunnya performa murid sekolah di Australia. (ABC News)
Para ahli menyerukan tindakan segera untuk mengatasi menurunnya performa murid sekolah di Australia. (ABC News)

Professor Masters mengatakan mungkin diperlukan penambahan dana bagi dunia pendidikan meskipun dana saja bukanlah pemecah masalah.

Dalam analisanya, terjadi kesenjangan antar sekolah di Australia, yang berhubungan dengan latar belakang sosial dan ekonomi para muridnya.

Dia juga mengatakan banyak mahasiswa yang memilih jurusan pendidikan untuk menjadi guru berasal dari mereka yang mendapat NEM rendah untuk masuk ke universitas.

Oleh karenanya Australia harus membuat jurusan pendidikan sebagai jurusan yang dipilih oleh para siswa yang berpestasi di sekolah menengah.

"Akan diperlukan waktu untuk mencapai hal tersebut, namun kita mengetahui bahwa di negara yang maju di bidang pendidikan, mereka berhasil mendapatkanguru dari murid-murid yang berprestasi, dan itulah yang harus dilakukan di Australia."

"Sekarang ini kiita berada di arah yang salah." kata Prof Masters. (nwk/nwk)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads