Lukisan Tua Seniman Aborijin Ditemukan di Rumah Mendiang Warga di Adelaide

Lukisan Tua Seniman Aborijin Ditemukan di Rumah Mendiang Warga di Adelaide

Australia Plus ABC - detikNews
Kamis, 12 Mei 2016 04:11 WIB
Lukisan Tua Seniman Aborijin Ditemukan di Rumah Mendiang Warga di Adelaide
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Sebuah lukisan cat air berukuran kecil karya pelukis aborijin ternama di Australia, Albert Namatjira ditemukan terbengkalai di bawah lemari di sebuah rumah seseorang yang sudah meninggal dunia.

Karya seni yang menggambarkan kamp misionaris Hermannsburg Mission di Northern Territory ini memiliki tanda tangan Namatjira, Albert, sebuah gaya tanda tangan yang digunakan oleh mendiang pelukis Aborijin kontemporer ternama Australia ini selama satu tahun sebelum 1938.
Jenine Lamberton dan adiknya menemukan lukisan cat air itu diantara tumpukan suvenir dari Australia saat mereka membersihkan rumah ayah mereka di pinggiran kota Klemzig.
"Saya sudah menyisir semua gudang dan adik saya kebagian menyisir barang-barang di dalam rumah orang tua Saya, dan tepat di lemari terakhir yang dia hampiri itulah dia menemukan lukisan tersebut dan tidak mengetahui kalau itu adalah lukisan yang penting," kata Lamberton.
Jenin Lamberton mengatakan ibunya memang dikenal sebagai kolektor benda seni di dalam keluarganya, dan hobinya mengoleksi benda seni semakin meningkat sejak dia pensiun. Selain itu ibunya juga sempat mengunjungi Hermannsburg beberapa tahun yang lalu ketika ada salah satu anggota keluarga mereka yang mengajar di sana.
Salah seorang pedagang benda seni di Adelaide, Jim Elder mengatakan sangat beruntung benda seni bersejarah itu tidak berakhir di tempat sampah.
"Ketika seseorang meninggal dan rumah mereka akan dijual, rumah mereka mungkin bernilai ratusan ribu dolar dan bagian dalam rumah mereka biasanya menjadi tidak penting, tapi sering kali ada begitu banyak hal yang kita lewatkan di dalam tumpukan barang-barang lama di dalam rumah," katanya.
Elder mengatakan dilihat dari pigura kayu dan pernis yang digunakan menunjukkan lukisan tersebut dibuat oleh Albert Namatjira sebelum 1938.
"Namatjira dan mentornya, Rex Baterbee membahas soal penggunaan pernis dan mereka bereksperimen pada karya lukisan mereka pada periode waktu itu," katanya.
"Mereka membicarakan hal tersebut secara terbuka dalam catatan Baterbee, yang berada di Museum Australia Selatan, pemanfaatan pernis pada lukisan mereka sehingga menarik untuk dicatat bahwa lukisan ini sudah dipernis -. Itu berarti lukisan ini berasal dari masa sebelum 1938"
Lukisan karya Namatjira pertama dipamerkan di Melbourne pada tahun 1938 dan kemudian dia membalik tandatangannya menjadi Albert Namatjira.
Lukisan cat air ini diperkirakan bernilai antara $12.000 hingga $18.000 (sekitar Rp118 juta- Rp180 juta) dalam lelang yang akan diadakan di Adelaide Hari Minggu mendatang.
Lukisan cat air Hermannsburg Mission yang berukuran lebih besar yang dibuat oleh Namatjira sekitar tahun 1938, berhasil mencatat rekor penjualan lelang tertinggi pada tahun 2006 lalu senilai $80.000 atau sekitar Rp800 juta.
"Lukisan cat air ini, Saya tidak yakin akan berhasil terjual dengan harga setinggi itu juga, tapi yang pasti akan ada banyak galeri di Australia Selatan dan juga kolektor seni pribadi yang akan sangat berminat untuk mendapatkannya,' kata Jim Elder.
"Yang sudah pasti adalah ini merupakan salah satu karya lukisan paling penting bagi dunia seni Australia dalam waktu yang panjang di masa depan."
Albert Namatjira dikenal sebagai pelopor seni lukis aborijin kontemporer di Australia. Ia lahir dan dibesarkan di kamp misionaris Kristen Lutheran Hermannsburg, di luar Alice Springs, NT.
Sejak kecil Ia sudah berminat dengan seni lukis namun baru pada usia 30-an dia mulai melukis secara profesional dibawah bimbingan mentornya Rex Battarbee.
Tidak seperti kebanyakan lukisan karya pelukis aborijin di masanya yang penuh simbol, lukisan karya Albert Namatjira berupa lanskap geografi Australia sangat detail dan lebih dipengaruhi oleh lukisan cat air Eropa.
Semasa hidupnya Albert Namatjira memproduksi lebih dari 2000 lukisan dan Ratu Elizabeth II merupakan salah satu penggemarnya dan menghadiahkannya Coronation Medal pada tahun 1953. Albert Namatjira wafat karena gangguan jantung dan pneumonia pada tahun 1959.
(bag/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini