Jelang Pemilu, 950 Ribu Pemilih Australia Tidak Terdaftar

Jelang Pemilu, 950 Ribu Pemilih Australia Tidak Terdaftar

Australia Plus ABC - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 12:51 WIB
Jelang Pemilu, 950 Ribu Pemilih Australia Tidak Terdaftar
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Australia atau Australian Electoral Commission (AEC) mendorong para pemilih untuk mengecek data diri setelah ditemukan 950 ribu wajib pilih ternyata tidak terdaftar. Pemilu akan digelar pada 2 Juli 2016 dan hari Senin (9/5/2016) parlemen resmi dibubarkan serta musim kampanye pun dimulai.

Updating data pemilih pada AEC akan ditutup 23 Mei dengan jumlah wajib pilih berkisar 15,5 juta orang. Namun 950 ribu di antaranya diketahui belum terdaftar.

Di Australia memilih dalam pemilu sifatnya wajib bagi mereka yang memenuhi syarat. Jika tidak menggunakan suaranya tanpa alasan yang sah, maka wajib pilih akan dikenai denda.

Juru bicara AEC Phil Diak kepada ABC menjelaskan, pemilih yang belum terdaftar ini umumnya dari kalangan pemilih pemula.

"Setidaknya 1 dari 2 remaja usia 18 tahun serta 1 dari 4 remaja usia 19 tahun saat ini belum terdaftar sebagai pemilih," jelasnya.

Dia menambahkan pendaftaran sebagai pemilih di Australia sangat mudah karena bisa dilakukan melalui website AEC yang bisa diakses bahkan melalui HP atau tablet.

Diak mengatakan wajib pilih lainnya yang pindah alamat juga perlu mengecek kembali data dirinya di website AEC.

Ada satu hal berbeda dalam Pemilu 2 Juli mendatang. Yaitu, AEC akan mulai menerapkan sistem pemungutan suara untuk Senat yang berbeda dengan sistem sebelumnya.

Kali ini suara untuk Senat, para pemilih akan diminta menomori enam boks yang berada di atas garis dalam kertas suara. Selain itu, pemilih juga diminta menomori 12 boks yang berada di bawah garis pada kertas suara.

"AEC sudah siap menerapkan sistem baru dalam pemberian suara untuk kursi Senat ini," katanya.

Selain itu, AEC juga mulai menerapkan sejumlah perubahan guna memastikan keamanan surat suara, menyusul kasus hilangnya surat suara dalam Pemilu 2013 lalu yang menyebabkan digelarnya pemilu ulang untuk Senat di dapil Australia Barat.

Gubernur Jenderal Sir Peter Cosgrove membubarkan parlemen (DPR dan Senat) hari Senin (9/5/2016) ini dan pemerintahan Australia kini berada dalam status caretaker. (nwk/nwk)



Berita Terkait