APBN Australia 2016: Usaha Kecil-Menengah Nikmati Potongan Pajak Mulai 1 Juli

APBN Australia 2016: Usaha Kecil-Menengah Nikmati Potongan Pajak Mulai 1 Juli

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 04 Mei 2016 17:35 WIB
APBN Australia 2016: Usaha Kecil-Menengah Nikmati Potongan Pajak Mulai 1 Juli
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Bisnis telah menjadi pusat perhatian dari APBN pertama Menteri Keuangan Australia, Scott Morrison, dengan perusahaan kecil menerima pemotongan pajak tambahan kejutan, sedangkan perusahaan multinasional besar akan menghadapi tindakan keras.

Sementara itu, diharapkan secara luas akan ada beberapa bentuk keringanan pajak perusahaan, banyak spekulasi berpusat pada rute jangka panjang dari pemotongan pajak perusahaan.

Namun, Pemerintah Australia telah memilih untuk memberikan pemotongan pajak pra-Pemilu kepada usaha kecil dan menengah, dengan tarif pajak perusahaan mereka turun hingga 27,5% mulai 1 Juli tahun ini.

Itu adalah pengurangan 1% lebih lanjut bagi usaha kecil dengan omset tahunan kurang dari 2 juta dolar (atau setara Rp 20 miliar), yang sudah memiliki potongan pajak 1,5% tahun lalu.

Ini adalah pengurangan pajak sebesar 2,5% bagi sekitar 60.000 perusahaan dengan omset tahunan antara 2-10 juta dolar (atau setara Rp 20-100 miliar).

Pemerintah Australia juga telah mengumumkan rencana pajak perusahaan yang lebih rendah untuk semua bisnis, besar dan kecil –yang telah diperkirakan.

Ambang batas untuk tarif pajak 27,5% direncanakan untuk naik dari 10 juta dolar (atau setara Rp 100 miliar) ke 25 juta dolar (atau setara Rp 250 miliar) pada tanggal 1 Juli 2017, hingga mencapai 50 juta dolar (atau setara Rp 500 miliar) pada periode 2018-19 dan 100 juta dolar (atau setara Rp 1 triliun) para periode 2019-20.

Pajak perusahaan 25% dalam 1 dekade

Dalam tahap kedua, di luar perkiraan APBN, Pemerintah Australia berencana terus meningkatkan ambang batas omset maksimum untuk pajak perusahaan sebesar 27,5% hingga semua usaha tercakup pada tahun 2023-24.

Pada tahun 2026-27, Pemerintah Australia –jika masih konsisten melaksanakan rencananya -bermaksud untuk menurunkan tarif pajak perusahaan menjadi 25% bagi semua bisnis.

Bisnis yang belum berbadan hukum, lagi-lagi, tak melewatkan keringanan pajak, dengan mereka yang beromset kurang dari 5 juta dolar (atau setara Rp 50 miliar) mendapat diskon pajak penghasilan 8%.

Semua usaha kecil dengan omset kurang dari 10 juta dolar (atau setara Rp 100 miliar) juga akan memenuhi syarat untuk pajak instan bagi pembelian peralatan hingga senilai 20.000 dolar (atau setara Rp 200 juta) yang dibuat pada tahun anggaran berikutnya.

Pemotongan pajak dan langkah-langkah lainnya itu akan membuat Pemerintah Australia kehilangan pendapatan sebesar 5,3 milyar dolar (atau setara Rp 53 triliun) selama empat tahun ke depan, dan jumlah tambahan yang tak ditentukan di luar perkiraan ke depan, tapi Menteri Keuangan Scott mengatakan, pemotongan pajak perusahaan seharusnya menambah sekitar 1% poin dalam pertumbuhan ekonomi Australia selama jangka panjang.

Perusahaan besar kontribusikan lebih dari separuh pertumbuhan kerja

Langkah-langkah itu diumumkan oleh Menteri Keuangan Scott sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan "pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi", yang disebutkan 13 kali dalam sambutannya APBN yang telah disiapkannya.

"Usaha kecil dan menengah mendorong pertumbuhan pekerjaan di Australia dan harus terus begitu. Pajak atas usaha mereka adalah pajak atas perusahaan mereka dan pekerjaan yang mereka berikan," jelas mereka.

Meski demikian, ekonom Saul Eslake dari Universitas Tasmania, mengatakan, gagasan bahwa usaha kecil mendorong pertumbuhan pekerjaan lebih merupakan mitos.

"Seperti rencana untuk usaha kecil dari APBN tahun lalu, rencana dalam APBN tahun ini lebih tentang kepercayaan yang telah lama dipegang kubu Koalisi atas kejayaan usaha kecil ketimbang usaha mereka merangsang kerja dan inovasi," utaranya.

Ia menerangkan, "Angka-angka Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa, meskipun bisnis dengan kurang dari 20 karyawan mencapai lebih dari 40% dari angkatan kerja, mereka hanya menghasilkan 18% dari peningkatan lapangan kerja selama lima tahun terakhir, sedangkan bisnis dengan lebih dari 200 karyawan menyumbang lebih dari setengah peningkatan total lapangan kerja selama periode tersebut." (nwk/nwk)



Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini