Pemerintah Australia Gelontorkan Rp 50 Triliun Danai Proyek Transportasi Umum

Pemerintah Australia Gelontorkan Rp 50 Triliun Danai Proyek Transportasi Umum

Australia Plus ABC - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 19:27 WIB
Pemerintah Australia Gelontorkan Rp 50 Triliun Danai Proyek Transportasi Umum
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Pemerintah Federal Australia akan menggunakan dana sebesar 5 milyar dolar (atau setara Rp 50 triliun) untuk membiayai sejumlah proyek transportasi umum utama dalam rapat anggaran federal yang berlangsung Selasa (3/5).

Proyek rel Metro Melbourne dan Metro Sydney akan membagi dua bantuan dana, yang akan tersedia melalui Inisiatif Aset Daur Ulang Pemerintah Australia, itu.

Dana tersebut pertama kali ditetapkan di bawah Pemerintahan Tony Abbott, tetapi awalnya tak mencakup skema transportasi umum.

Negara bagian New South Wales (NSW) akan menerima 2,19 miliar dolar (atau setara Rp 21,9 triliun), sementara negara bagian Victoria akan mendapatkan 2,4 dolar (atau setara Rp 24 triliun).

Inisiatif Aset Daur Ulang menyediakan dana untuk proposal transportasi, tetapi hanya jika pemerintah negara bagian dan teritori memprivatisasi aset untuk mendanai sebagian dari proposal.

Pendanaan negara bagian-federal kemungkinan berasal dari privatisasi jaringan listrik NSW dan Pelabuhan Melbourne.

Menteri Proyek Utama, Paul Fletcher, mengatakan, sejumlah proyek itu akan memberikan dorongan ekonomi.

"Infrastruktur begitu sangat penting untuk produktivitas, untuk daya saing kami, dan tingkat kelayakan huni dari kota dan pusat-pusat utama kami," ujarnya.

"Pemerintah Turnbull di anggaran ini membuat komitmen yang sangat besar untuk belanja infrastruktur." Sambungnya.

Proyek rel Metro Sydney, yang akan membangun jalur rel baru dari Bankstown ke Rouse Hill melalui jalur baru di Sydney CBD (pusat kota Sydney), akan menerima sebesar 1,7 milyar dolar (atau setara Rp 17 triliun) dana federal.

Proyek rel Metro Melbourne, yang belum menerima lampu hijau dari lembaga Infrastruktur Australia, akan menerima 857 juta dari Pemerintah Federal.

Juru bicara infrastruktur pihak Oposisi Australia, yakni Anthony Albanese, mengkritik Pemerintah Federal karena gagal menyediakan uang baru untuk infrastruktur.

"Tak ada investasi infrastruktur baru yang datang dari anggaran ini. Ini adalah dana yang, pada awalnya, dibuat, untuk menunjukkan bahwa satu-satunya cara kami akan mendanai infrastruktur untuk angkutan umum adalah jika pemerintah negara bagian menjual aset mereka," jelasnya.

Menteri Keuangan negara bagian Victoria, Tim Pallas, mengatakan, negara bagiannya selalu mengharapkan untuk menerima uang bagi Metro Melbourne.

"Pembiayaan ini adalah hak negara, itu bukan hadiah untuk Scott Morrison untuk dibagi-bagikan kemana pun ia suka. Uang ini adalah uang Persemakmuran yang dipinjam negara bagian untuk utang menyewa Pelabuhan Melbourne. Ini bukan pendanaan baru," ungkapnya. (nwk/nwk)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads