Kelompok gamelan ini tampil dalam dua pertunjukkan, yang masing-masinng berlangsung selama satu jam di hari Jumat (15/4/2016) pekan lalu.
"Penampilan kami Jumat kemarin adalah kesempatan bagi kami untuk berlatih tampil dengan gamelan dan tarian di panggung Red Stair. Kami beruntung mendapatkan dukungan dana dari City of Melbourne Arts Grants untuk membuat pertunjukkan lebih besar di tahun 2016 ini," kata Jeremy Dullard kepada wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya.
Panggung Red Stairs di kawasan Southbank adalah panggung yang memang disediakan untuk pertunjukkan oleh pemerintah Kota Melbourne, dan biasanya digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan.
Festival Wonderful Indonesia yang berlangsung di bulan November lalu juga dilaksanakan di panggung yang sama.
"Pertunjukkan kami kemarin adalah pertunjukkan pertama kami dengan kelompok tari Widya Luvtari yang berasal dari Geelong, ini akan menjadi awal dari persahabatan yang indah." kata Dullard lagi.

Kelompok tari Widya Luvtari tampil diiringi oleh kelompok Gamelan DanAnda di Southbank hari Jumat (15/4) Foto: Sastra Wijaya
Kelompok Gamelan DanAnda ini merupakan salah satu kelompok kesenian bertalian dengan budaya Indonesia di Bali.
Bila kelompok kesenian lainnya biasanya dimotori oleh warga Indonesia yang tinggal di Australia, maka Gamelan DanAnda diprakarsai oleh warga Australia Jeremy Dullard.
"Saya memulai Gamelan DanAnda sebagai cara saya berbagi dengan apa yang saya pelari mengenai Gamelan Bali. Saya berusaha mendorong warga Australia lainnya untuk menghargai musik dari salah satu destinasi wisata favorit mereka." kata Dullard.
Menurut Jeremy Dullard, dia mengenal Gamelan Bali ketika dia belajar di Victorian College of the Arts, dan diperkenalkan dengan gamelan oleh tutornya Adrian Sherriff.
"Tidak lama sesudah itu, saya bertemu dengan Professor Made Mantle Hood yang mengundang saya untuk tinggal dan belajar bersama keluarganya di Bali. Lewat jaringan pertemanan ini, saya bisa mengerti lebih dalam mengenai gamelan, dan bahkan bisa mendapatkan satu perangkat lengkap gamelan Bali," kata Duillard yang sekarang menjadi pengajar Gamelan di Melbourne Polytechnic di kawasan Fairfield di Melbourne.

Jeremy Dullard (depan kanan, memainkan gendang) adalah motor Gamelan DanAnda. (Foto: Sastra Wijaya)
Gamelan DanAnda ini dibentuk pertama kali 1 April 2012. "Sekarang anggotanya berasal dari berbagai kalangan dengan berbagai latar belakang budaya dan juga profesi. Siapapun yang ingin bergabung tidak harus memilik pengalaman apapun. Pemula bisa bermain dengan mereka yang sudah lama berlatih." kata Dullard lagi.
Jeremy mengatakan Gamelan DanAnda sekarang memiliki anggota sekitar 20-30 orang. "Kami sudah pernah tampil di acara pernikahan, sekolah, undangan dari perusahaan. juga di berbagai festival antara lain Light in Winter dan Darebin Kite Festival. Juga kami pernah tampil di Parade Moomba." kata Dullard.
"Kami akan tampil dalam konser kami sendiri yang disponsori oleh City of Melbourne dalam waktu dekat." kata Dullard.

Penampilan seorang penari dari Widya Luvtari di Red Stairs Avenue di Southbank, Melbourne. (Foto: Sastra Wijaya)
Menurut Jeremy Dullard, kelompok Gamelan DanAnda kadang tampil sendirian namun akan berusaha tampil mendampingi para penari, seperti ketika mereka mengiringi kelompok Widya Luvtari.
"Senang sekali bisa tampil dengan kelompok tari, dan kami akan mencoba melanjutkan hubungan dengan Widya Luvtari." kata Jeremy lagi. (nwk/nwk)











































