detikNews
Jumat 18 Maret 2016, 14:04 WIB

Michael Jakarimilena ke Australia Mengajarkan Musik dan Budaya Indonesia

Australia Plus ABC - detikNews
Michael Jakarimilena ke Australia Mengajarkan Musik dan Budaya Indonesia Foto: Kegiatan Australia Indonesia Youth Association (AIYA) mendapat dukungan pemerintah Australia. (Foto: AIYA)
Jakarta -

Australia-Indonesia Institute (AII) tahun ini membantu sembilan program untuk memperkuat hubungan kedua negara. Salah satunya, dengan mendatangkan penyanyi jebolan Indonesian Idol Michael Jakarimilena ke sekolah-sekolah di Australia.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop menjelaskan, keseluruhan program tersebut disusun untuk memperkuat hubungan kedua negara mencakup kegiatan yang menampilkan perspektif berbeda yang inovatif.

"Hubungan Australia dengan Indonesia sangat vital bagi perekonomian serta kepentingan strategis dan keamanan kita," ujar Menlu Julie Bishop dalam keterangan pers hari Kamis (17/3/2016) sebagaimana diterima wartawan ABC Farid M. Ibrahim.

"Kesembilan program ini akan mendorong kerjasama dengan Indonesia di sektor seni budaya, pendidikan dan ekonomi," tambahnya.

Program yang mendapatkan pendanaan Australia-Indonesia Institute tahun ini meliputi:

Penyanyi jebolan Indonesia Idol Michael Jakarimilena akan datang ke sekolah di Australia menyanyi dan mengajarkan budaya dan bahasa Indonesia. (Foto: Istimewa)
Penyanyi jebolan Indonesia Idol Michael Jakarimilena akan datang ke sekolah di Australia menyanyi dan mengajarkan budaya dan bahasa Indonesia. (Foto: Istimewa)

Kegiatan Balai Bahasa Indonesia di Perth yang akan mendatangkan penyanyi jebolan Indonesian Idol Michael Jakarimilena. Artis pop ini akan datang ke sekolah lanjutan di Australia untuk menyanyi dan mengajar, sehingga diharapkan akan lebih menarik bagi siswa sekolah setempat untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia.

Program kedua yaitu kegiatan Monash University dalam mendidik perawat dari Universitas Brawijaya Malang.

Selain itu, kegiatan yang digelar Flinders University berupa 'Jembatan Initiative' akan mendapat pendanaan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai bahasa Indonesia melalui berbagai workshop di Australia Selatan.

Salah satu karya FX Harsono. Seniman ini tampil dalam Biennale of Sydney ke-20, yang dimulai 18 Maret 2016. (Foto: FX Harsono/Sydney Biennale)
Salah satu karya FX Harsono. Seniman ini tampil dalam Biennale of Sydney ke-20, yang dimulai 18 Maret 2016. (Foto: FX Harsono/Sydney Biennale)

Program lainnya adalah mendatangkan seniman Indonesia FX Harsono untuk berpartisipasi pada 20th Sydney Biennale in 2016.

Karya-karya FX Harsono ditandai dengan beragam bentuk ekspresi yang didasari riset dengan pesan-pesan kritik sosial, budaya, ekonomi dan politik Indonesia melalui kacamata pengalaman dan identitas pribadi senimannya.

Dia akan membahas karyanya berjudul Ranjang Hujan (The Raining Bed) yang dibuat tahun 2013.

Penerima bantuan lainnya dari AII tahun ini adalan kolaborasi desainer pada University of Technology Sydney, Christopher Hall melalui program online cultural exchanges, kegiatan utama Australia-Indonesia Youth Association, mendatangkan penulis Indonesia Rio Helmi ke Northern Rivers Writers' Centre , serta komposisi film Indonesia yang dilaksanakan oleh Melbourne Symphony Orchestra.

Kegiatan Australia Indonesia Youth Association (AIYA) mendapat dukungan pemerintah Australia. (Foto: AIYA)
Kegiatan Australia Indonesia Youth Association (AIYA) mendapat dukungan pemerintah Australia. (Foto: AIYA)

Ketua Australia-Indonesia Institute Professor Tim Lindsey menyatakan lembaga ini bertujuan memperkuat hubungan masyarakat Australia dan Indonesia di semua sektor.

"Kegiatan yang kami danai ini akan menawarkan perspektif berbeda dalam melihat cara kita berhubungan pada tingkat masyarakat," ujar Prof. Lindsey.

Australia-Indonesia Institute dibentuk Pemerintah Australia tahun 1989 dan telah menjadi komponen penting dalam memperat hubungan kedua negara.




(nwk/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com