Pino ditemukan tewas tidak jauh dari toko es krim miliknya di daerah East Brunswick.
Dia dikenal sebagai pengacara yang banyak mendampingi tokoh keturunan Italia yang ada di Australia.
Dia juga diketahui pernah menjalin hubungan bisnis dan pertemanan dengan seorang sosok yang memiliki kaitan dengan kelompok mafia, namun hubungan itu kemudian putus.
Pino Acquaro, yang memiliki tiga orang anak, diketahui telah mendapat peringatan dari polisi bahwa ada sosok mafia yang membuat tawaran atas kepala Pino sebesar 200 ribu dollar.
Polisi dikabarkan telah mendatangi sosok tersebut dan memperingatkan bahwa jika terjadi apa-apa dengan Pino, maka polisi pertama-tama akan mencari sosok ini.
Sosok tersebut membantah laporan ini.
Toko es krim Gelobar milik Pino sebelumnya terbakar pada Januari lalu, namun polisi tidak bisa memastikan apakah itu ada kaitannya dengan tewasnya Pino.

Pino Acquaro ditemukan tewas di Jalan St Phillip Street di East Brunswick Melbourne, Selasa (15/3/2016) pagi. (Foto: ABC/Helen Brown)
"Keluarga Acquaro merupakan salah satu keluarga baik yang saya ketahui dan akrab dengan saya," kata George Mirabella kepada ABC, di dekat lokasi kejadian.
"Bagi saya ini kehilangan besar, dia sahabat dekat, bukan hanya saya tapi juga keluarga saya dan komunitas Italia di sini," katanya.
Polisi percaya bahwa pembunuhan ini dilakukan secara terencana.
(nwk/nwk)











































