Operasi yang digelar sejak Pemerintahan Koalisi memenangkan Pemilu 2013 dilakukan dengan cara mencegat perahu penyelundup, kemudian memindahkan penumpangnya ke perahu lain yang lebih aman dan dipulangkan kembali ke arah datangnya. Umumnya perahu ini datang dari wilayah Indonesia.
Tahun lalu, Kepolisian Indonesia telah menangkap nakhoda dan awak perahu yang mengangkut pencari suaka setelah perahu mereka terdampar di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Mereka bahkan telah disidangkan di pengadilan dengan tuduhan menerima uang dari petugas Australia masing-masing sebesar 5 ribu dollar (sekitar Rp 50 juta) agar bersedia mengembalikan para pencari suaka itu dan tidak melanjutkan perjalanan ke Australia.
Tuduhan ini telah dibantah oleh pejabat Australia, namun Komandan OSB Mayjen Bottrell dalam rapat di Senat hari Jumat (5/2/2016) menolak menjawab pertanyaan Senator Sarah Hanson-Young dari Partai Hijau.
Mayjen Bottrell berdalih, dia tidak ingin membantah atau membenarkan tuduhan tersebut dengan alasan demi kepentingan publik.
Hal serupa disampaikan pejabat Departemen Imigrasi Michael Pezzullo. "Kami tidak akan berkomentar mengenai tuduhan itu," ujarnya.
Ketika Senator Hanson-Young menanyakan apakah instansi mereka memiliki dana untuk membayar para awak perahu (agar membawa pulang pencari suaka dan tidak melanjutkan perjalanan ke Australia), Pezzullo mengatakan, "Kami memiliki anggaran untuk melakukan apa yang perlu kami lakukan".
Dalam tanya-jawab Komite Senat ini, Senator Hanson-Young mengungkapkan di antara penumpang perahu yang dicegat dan dikembalikan itu, terdapat wanita hamil dan anak kecil.
"Tindakan paling aman adalah membawa mereka ke darat dan memeriksa apakah mereka benar-benar pengungsi. Jika tidak, baru mereka dipulangkan dengan aman," katanya.
"Memaksa mereka kembali ke tengah laut dan membayar para penyelundup manusia menurut saya tidaklah aman," tambahnya.
Mayjen Bottrell menjelaskan pada saat kejadian tahun lalu, kondisi ombak memang sangat tinggi mencapai dua meter.
"Keselamatan mereka selalu menjadi prioritas kami," katanya.
(nwk/nwk)











































