Anjing Laut Selandia Baru Bangkit dari Kepunahan

Anjing Laut Selandia Baru Bangkit dari Kepunahan

Australia Plus ABC - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 17:05 WIB
Jakarta -

Sebelum manusia tiba di Selandia Baru, ada dua juta anjing laut di sana. Binatang ini kemudian hampir punah karena diburu manusia, namun sekarang jumlahnya meningkat kembali setelah perburuan dilarang.

Dalam bahasa Maori, bahasa asli di Selandia Baru, sebelum kedatangan manusia terdapat sekitar 2 juta anjing laut, dengan koloni di Pulau Utara dan Selatan negeri tersebut.

Anjing laut Selandia Baru sedang menikmati sinar matahari di bebatuan. (ABC: Catherine Graue)
Anjing laut Selandia Baru sedang menikmati sinar matahari di bebatuan. (ABC: Catherine Graue)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Oleh warga Maori, anjing laut ini diburu untuk dagingnya, dan ketika warga asal Eropa datang, anjing laut ini diburu untuk kulit dan minyak, dan binatang ini hampir punah.

Jumlah anjing laut sekarang dilaporkan sudah 'sehat lagi' setelah hampir punah. (ABC: Catherine Graue)
Jumlah anjing laut sekarang dilaporkan sudah 'sehat lagi' setelah hampir punah. (ABC: Catherine Graue)




Menurut laporan pemerintah Selandia Baru yang terbaru, populasi anjing laut ini meningkat dan 'sudah hampir kembali seperti di masa lalu."

Pakar binatang Dr Bruce Robertson dari Otago University mengatakan pulihnya kembali populasi anjing laut dapat dilihat di pantai bagian Timur di Pulau Selatan.

Saya mengunjungi Kaikoura di tahun 1984 dan yang saya saksikan hanyalah anjing laut jantan. Sekarang bila anda berkunjung ke sana akan terlihat banyak anjing laut kecil, dan berbagai koloni binatang tersebut."

Dr Bruce Robertson, Otago University

Anjing laut ini diburu untuk daging dan kulitnya. (ABC: Catherine Graue)
Anjing laut ini diburu untuk daging dan kulitnya. (ABC: Catherine Graue)




Laporan itu menyebutkan anjing laut yang dibunuh setiap tahunnya menurun dari titik puncaknya di tahun 2005, dengan data terbaru menunjukkan sekitar 508 binatang tersebut dibunuh di tahun 2013.

Departemen Konservasi Selandia Baru menyebutkan bahwa jumlah anjing laut sekarang sekitar 200 ribu ekor, dengan separuh diantara mereka sebenarnya berada di Australia.

Ini sebagian disebabkan karena kita lebih sedikit mencari dan menangkap mereka."

Dr Bruce Robertson, Otago University

Pembunuhan terhadap anjing laut menurun setiap tahun sejak tahun 2005. (ABC: Catherine Graue)
Pembunuhan terhadap anjing laut menurun setiap tahun sejak tahun 2005. (ABC: Catherine Graue)




Walau jumlah anjing laut ini meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya di kebanyakan wilayah, pemerintah masih khawatir dengan koloni binatang tersebut di Pulau Selatan karena adanya penangkapan ikan komersial.

Dr Robertson mengatakan anjing laut ini biasanya tersangkut di jala dan akhirnya tenggelam di kawasan Hokitika Trench di pantai bagian barat.

The Hokitika Trench menjadi tempat penangkapan ikan yang besar di tahun 1980-an. Di masa itu, mereka bisa menangkap sekitar 1000 anjing laut setiap tahunnya.

Dr Bruce Robertson, Otago University

Jumlah anjing laut mencapai dua juta sebelum manusia menetap di Selandia Baru. (ABC: Catherine Graue)
Jumlah anjing laut mencapai dua juta sebelum manusia menetap di Selandia Baru. (ABC: Catherine Graue)




Zona ekslusif anjing laut sudah diujicobakan di kawasan, namun tidak diindahkan oleh kalangan industri perikanan karena mereka biasanya juga tidak menangkap seluruh hasil tangkapan mereka, dengan melepas sebagian.

Usaha melestarikan lainnya biasanya bersifat sukarela dimana penangkap ikan tidak melepas jaring mereka di daerah yang banyak anjing lautnya.

Dr Bruce Robertson, Otago University



(nwk/nwk)


Berita Terkait