Sebelum manusia tiba di Selandia Baru, ada dua juta anjing laut di sana. Binatang ini kemudian hampir punah karena diburu manusia, namun sekarang jumlahnya meningkat kembali setelah perburuan dilarang.
Menurut laporan pemerintah Selandia Baru yang terbaru, populasi anjing laut ini meningkat dan 'sudah hampir kembali seperti di masa lalu."
Pakar binatang Dr Bruce Robertson dari Otago University mengatakan pulihnya kembali populasi anjing laut dapat dilihat di pantai bagian Timur di Pulau Selatan.

Anjing laut ini diburu untuk daging dan kulitnya. (ABC: Catherine Graue)
Laporan itu menyebutkan anjing laut yang dibunuh setiap tahunnya menurun dari titik puncaknya di tahun 2005, dengan data terbaru menunjukkan sekitar 508 binatang tersebut dibunuh di tahun 2013.
Departemen Konservasi Selandia Baru menyebutkan bahwa jumlah anjing laut sekarang sekitar 200 ribu ekor, dengan separuh diantara mereka sebenarnya berada di Australia.

Pembunuhan terhadap anjing laut menurun setiap tahun sejak tahun 2005. (ABC: Catherine Graue)
Walau jumlah anjing laut ini meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya di kebanyakan wilayah, pemerintah masih khawatir dengan koloni binatang tersebut di Pulau Selatan karena adanya penangkapan ikan komersial.
Dr Robertson mengatakan anjing laut ini biasanya tersangkut di jala dan akhirnya tenggelam di kawasan Hokitika Trench di pantai bagian barat.
Zona ekslusif anjing laut sudah diujicobakan di kawasan, namun tidak diindahkan oleh kalangan industri perikanan karena mereka biasanya juga tidak menangkap seluruh hasil tangkapan mereka, dengan melepas sebagian.















































