Belasan pengendara di Perth, Australia Barat, akhir pekan lalu mendapat keuntungan setelah sebuah pompa bensin salah memasang harga satu liter bensin 14,9 sen (sekitar Rp 1.500).
Pompa bensin Puma yang tidak memiliki petugas di Armadale Road di Jandakot, sekitar 20 km dari pusat kota Perth ,seharusnya diprogram bahwa harga satu liter bensin hari itu adalah $ 1,49 (sekitar Rp 14 ribu).
Belasan mobil dilaporkan antri di pompa bensin tersebut sebelum kemudian petugas menutupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga bensin di pompa bensin ini salah diprogram hanya menjual satu liter Rp 1500.(Supplied: Liz Cooper)
Koordinator FuelWatch (sebuah badan layanan pemantau harga BBM buatan pemerintah negara bagian Australia Barat) Kyle Huynh mengatakan penyelidikan akan dilakukan untuk melihat apakah perusahaan pengelola SPBU itu melanggar aturan dengan menjual di bawah harga.
"Ada berbagai tindakan yang bisa diambil." kata Huynh. "Kami akan melihat peta yang lebih besar, apakah pemilik SPBU ini pernah melanggar peraturan sebelumnya, sudah berapa kali dan lainnya."
Dikatakan, "Ini semua tergantung kepada tingkat pelanggaran, dan kami akan memperhatikan semua itu."
Menurut Kyle Huynh kecil kemungkinan perusahaan itu bisa meminta kepada mereka yang sudah membeli untuk membayar lagi.
"Kecil kemungkinan perusahaan bisa mengejar konsumen karena membayar dengan harga yang sudah tertera," katanya.
"Masalahnya adalah harga yang tertera di pompa itu adalah 14,9 persen dan itulah yang dibayar oleh pembeli," tambah Huynh. "Transaksinya sudah berlangsung, dan bisa dibilang, minyaknya juga sudah digunakan."
Menurut Huynh, kesalahan memprogram harga bisa bisa terjadi, namun dia mengatakan belum pernah melihat kesalahan seperti ini sebelumnya.
"Yang jelas, konsumen dalam waktu yang tidak lama mendapatkan keuntungan," katanya.
(nwk/nwk)











































