Mantan kepala badan anti pencucian uang Australia menyerukan adanya peraturan lebih ketat guna memaksa agen real estate dan pengacara untuk melaporkan dana yang dicurigai dari China, dan mencegah Australia menjadi surga bagi dana korup dari luar negeri.
Mantan ketua Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC) John Schmidt mengatakan kepada program Four Corners ABC bahwa Australia harus melindungi diri dari dana korupsi.
"Real estate dikenal secara internasional sebagai salah satu cara untuk melakukan pencucian uang, namun kita belum lagi terlindungi dalam masalah ini." kata Schmidt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada kekhawatiran bahwa apartemen yang dibangun di Sydney dan Melbourne sengaja dijual untuk pembeli dari China. (774 ABC Melbourne: Simon Leo Brown)
Dalam wawancara terakhir sebelum digantikan sebagai Bendahara Negara (Menteri Keuangan Utama) Australia, Joe Hockey setuju bahwa Australia harus memperkuat usaha untuk mencegah masuknya dana-dana yang tidak jelas dari luar negeri.
"Sekarang ini tidak ada peraturan anti pencucian uang yang menangani masalah pengecekan sumber dana, dan saya kira itu mesti dilakukan." kata Hockey.
Meski sudah muncul peringatan mengenai besarnya jumlah dana yang tidak jelas dari China yang 'dicuci' di Australia, penyelidikan yang dilakukan Four Corners menemukan bahwa tidak ada satupun lembaga di Australia yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan.
Baru-baru ini, Badan Kajian Investasi Asing (FIRB) yang dianggap bertanggung jawab memantau dana asing yang masuk ke Australia mengatakan bahwa masalah dana 'kotor' (dirty money) di luar tanggung jawab mereka.
Dua mantan anggota dewan FIRB mengukuhkan kepada Four Corners mengatakan keprihatinan mengenai dana korupsi dar luar negeri jarang sekali didiskusikan.
Padahal menurut laporan sejak tahun 2012, ada sekitar $ 1,25 triliun dana korupsi dan tindak kriminal yang keluar dari China dan ditempatkan di seluruh dunia.
Salah seorang mantan direktur FIRB yang tidak mau disebut namanya mengatakan organisasinya 'tidaklah khawatir mengenai korupsi".
"Kami harus mengerti bagaimana cara warga China melakukan investasi. Biasanya, sebagian besar adalah investor pribadi, dan yang lainnya adalah pemerintah China."
Seorang mantan direktur FIRB lainnya Chris Miles mengatakan bahwa FIRB tidak berusaha mencari tahu dari mana sumber dana yang berasal dari luar negeri.
"Dari mana uang itu berasal adalah tanggung jawab pihak lainnya." katanya.
(nwk/nwk)











































