Kota Tyalgum di Australia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan

Kota Tyalgum di Australia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan

Australia Plus ABC - detikNews
Kamis, 08 Okt 2015 16:18 WIB
Jakarta -

Kota kecil Tyalgum di New South Wales hanya berpenduduk 300 jiwa. Namun kota itu memiliki tekad besar: ingin menjadi kota pertama di Australia yang menggunakan energi listriknya dari sumber terbarukan.

Penduduk kota itu saat ini sedang berusaha menghentikan ketergantungan mereka pada listrik yang disediakan oleh berbagai perusahaan penyedia jasa listrik.

Mereka ingin bisa memakai listrik 100 persen dari sumber terbarukan seperti dari tenaga surya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota Tyalgum berpenduduk sekitar 300 jiwa. (Tyalgum Energy Group)
Kota Tyalgum berpenduduk sekitar 300 jiwa. (Tyalgum Energy Group)




Lokasinya yang tidak jauh dari kota Byron Bay, secara geografis sangat bagus. Sebab, kota itu bisa dikatakan berada paling ujung dari jaringan listrik. Sehingga jika nantinya kota itu menghentikan penggunaan jaringan listrik itu, maka tidak akan ada kota berikutnya yang dirugikan.

"Dari segi jaringan listrik posisi kota ini sangat tepat," kata Andrew Price dari Australian Radio Towers, perusahaan yang merupakan ujung tombak pelaksana energi terbarukan di Tyalgum.

"Letaknya paling ujung dari jaringa listrik sehingga tidak akan mengganggu kota selanjutnya," katanya.

Menurut Price, sambutan penduduk setempat sangat baik karena sejalan dengan desakan untuk beralih ke sumber energi terbarukan di kawasan itu.

"Keputusan akhirnya ada pada warga setempat dan karena jumlah penduduknya tidak besar, kemungkinan rencana ini akan terwujud," kata Price lagi.

Sementara itu Tosh Szatow dari Energy For the People, membuat studi kelayakan untuk proyek ini. Ia menyatakan bahwa warga ingin mengambilalih infrastruktur listrik yang ada.

"Penduduk kesal dengan harga listrik yang naik terus dan tidak melihat manfaatnya membayar mahal sementara perusahaan listrik tidak menggunakan sumber energi yang terbarukan," katanya.

Wakil Walikota Gary Bagnall menyatakan mendukung upaya warga Tyalgum untuk melepaskan diri dari jaringan listrik yang ada.

Penduduk Tyalgum menyambut baik rencana mengubah sumber pasokan listrik di kota itu. (Tyalgum Energy Group).
Penduduk Tyalgum menyambut baik rencana mengubah sumber pasokan listrik di kota itu. (Tyalgum Energy Group).




Keputusan untuk menghentikan penggunaan jaringan listrik yang ada, tentu saja membuat kota ini harus menggantungkan diri sepenuhnya pada tenaga listrik dari sumber terbarukan.

Menurut Szatow, ada dua pilihan yang tersedia. Pertama, setiap rumah dan bangunan akan memakai panel surya dan mungkin memiliki baterai penyimpan sendiri.

Pilihan kedua, katanya, adalah membangun pembangkit di satu lokasi di kota itu dan seluruh warga mendapatkan pasokan listriknya dari sana.

Biaya untuk berpindah 100 persen ke sumber energi terbarukan tergantung pada pilihan yang akan diambil, namun perkiraan kasar berkisar antara 4 juta dolar hingga 7 juta solar (sekitar Rp 70 miliar).

Ada sejumlah kendala lainnya yang masih harus ditangani. Misalnya, upaya mengalihkan kepemilikan jaringan listrik yang ada dari perusahaan listrik.

Selain itu, juga diperlukan dukungan legislasi dari pemerintah negara bagian New South Wales.

Namun, pihak Australian Radio Towers kini terus mendiskusikan kemungkinan sumber pendanaan ambisi untuk mencapai target 100 persen listrik dari sumber terbarukan di Kota Tyalgum.



(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads