Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendapat gelar Doktor Kehormatan (HC) di bidang hukum dari Universitas Tasmania dan upacara penerimaan diselenggarakan hari Selasa (29/9/2015) di kampus universitas tersebut di Hobart.
Gelar doktor kehormatan itu diberikan karena Sultan HB X dianggap memiliki komitmen besar di bidang demokrasi, keadilan sosial dan toleransi di Indonesia.
Dalam pidato pengukuhannya, Sultan memberikan pidato berjudul "Manunggaling Kawulo Gusti (Unification of King and People): Main Pillar of Cultural, Democracy, Social Justice, and Tolerance of Yogyakarta Society".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sultan Hamengku Buwono X (depan, bertoga merah) setelah menerima gelar Dr HC dari Universitas Tasmania. (KJRI Melbourne).
"Di masa-masa awal Sultan menjadi gubernur, beliau sudah memainkan peran penting dalam gerakan demokrasi di Indonesia di tahun-tahun terakhir kekuasaan Presiden Soeharto," kata Prof. Calford.
Dukungan Sultan terhadap gerakan reformasi yang disampaikannya bersamaan dengan Gubernur DIY waktu itu Sri Paku Alam VIII, dibacakan di depan ribuan warga Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 1998, merupakan salah satu tonggak penting dalam pengunduran diri Presiden Suharto keesokan harinya.
Sultan sendiri kemudian resmi diangkat menjadi Gubernur DIY pada 3 Oktober 1998.
"Sultan adalah administratur yang piawai, yang mendapat kepercayaan besar dari bangsa, dan juga negarawan," kata Prof. Calford lagi.
"Dia berusaha mengembangkan agenda pembangunan sosial dan ekonomi bagi Yogyakarta, yang didasarkan pada pengetahuan ekonomi untuk kawasan tersebut, dengan fokus khususnya pada pengembangan sains dan teknologi, pertanian, dan industri budaya dan pariwisata," imbuhnya.
"Universitas Tasmania melihat bahwa hubungannya dengan kawasan Asia sangat penting, dan hari ini hal tersebut merupakan sebuah langkah kecil namun penting dalam membina hubungan yang lebih dekat dengan kawasan," tambah Prof Calford.
Sri Sultan didampingi beberapa pejabat teras Provinsi DIY selain mengunjungi Hobart juga menunjungi Adelaide menyaksikan OzFestival yang tahun ini menjadikan Indonesia sebagai tema utama. Sultan juga berkunjung ke Melbourne.
Sultan bertemu dengan Menteri Utama (Premier) negara bagian Victoria Daniel Andrews di Melbourne setelah menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian antara DIY dengan Victoria.
(nvc/nvc)











































