Pasca terguling dari kursi Perdana Menteri Australia oleh rival lamanya Malcolm Turnbull, Tony Abbott tampaknya akan tetap berkiprah di parlemen federal. Kemungkinan besar Abbott akan menempati posisi sebagai perwakilan pemerintah di parlemen atau backbencher.
Informasi yang didapatkan ABC menyebutkan mantan orang nomor satu di Australia ini tidak ingin memicu pemilu sela di wilayah pemilihannya di Sydney untuk daerah pemilihan Warringah.
Sejak kehilangan posisi sebagai PM pada Senin malam (14/9) lalu, Abbott memang belum pernah terlihat di gedung parlemen federal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berniat tetap berkiprah di parlemen," kata Abbott.
"Ini memang pekan yang hiruk pikuk dan saya saat ini ingin menghabiskan waktu bersama keluarga terlebih dahulu untuk memikirkan langkah selanjutnya," imbuhnya.
Dalam pemungutan suara internal di Partai Liberal Senin malam, Tony Abbott kalah dari penantangnya Malcolm Turnbull dengan perolehan suara 54-44.
Sekitar 12 jam setelah lengser dari jabatannya, Tony Abbott akhirnya memberikan keterangan pers pada Selasa (15/9/2015) siang.
Ketika itu Abbott berjanji "tidak akan merusak pemerintahan" sebagai tindakan balasan.
Sementara itu, sejumlah loyalis Abbott memilih bergabung dan mendukung pemerintahan yang baru. Seperti misalnya Menteri Perdagangan, Andrew Robb, yang meski memilih Abbott dalam voting kemarin namun menyatakan dirinya bisa bekerja sama dengan Perdana Menteri yang baru.
PM Turnbull menurut rencana akan mengumumkan susunan kabinet barunya pada Senin (21/9) mendatang dan sejumlah tokoh diperkirakan akan tersingkir. (nvc/nvc)










































