Kampus di Canberra Tidak Sengaja Kirim Data Mahasiswa ke Agen Penagih Utang

Kampus di Canberra Tidak Sengaja Kirim Data Mahasiswa ke Agen Penagih Utang

Australia Plus ABC - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 11:10 WIB
Jakarta -

Institut Teknologi Canberra (CIT) secara tidak sengaja mengirim data pribadi sejumlah mahasiswanya ke agen penagih utang (debt collector).

Surat tagihan yang dikirim oleh agen penagih utang atas nama CIT.
Surat tagihan yang dikirim oleh agen penagih utang atas nama CIT.



Pihak CIT pada Kamis (10/9) mengatakan data personal dari sejumlah mahasiswa mereka secara tidak sengaja terkirim ke agen penagih utang (debt collector) karena kesalahan administratif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ABC melihat langsung salah satu tagihan dari agen penagih utang berbasis di Queensland yang menuntut pembayaran $ 665.

Tidak diketahui pasti berapa banyak mahasiswa yang terdampak dari ketidaksengajaan ini, tapi juru bicara CIT mengatakan kasus semacam ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Wakil Direktur CIT, Carolyn Grayson mengatakan kesalahan ini disebabkan karena masalah internal.

"CIT telah mengetahui ada kesalahan dalam sistem kami hari ini setelah sejumlah kecil mahasiswa kami melapor menerima tagihan pembayaran, yang tidak semestinya," kata Grayson.

"Kami langsung menyelidiki kesalahan ini sambil memastikan mahasiswa kami kalau mereka tidak perlu membayar apapun yang tidak menjadi kewajiban mereka," imbuhnya.

Asosiasi mahasiswa CIT, Andrew Scottford mengaku sangat kecewa dengan insiden ini.

Namun Scotford mengatakan dia memahami situasinya dan tingkat kredit atau tagihan mahasiswa tidak akan terpengaruh dengan insiden ini.

"Jika seorang mahasiswa tidak memliki jumlah hutang yang sangat besar, maka tingkat saldo mereka tidak akan terdampak. Ini hanya merupakan salah satu tahapan saja dari proses penagihan utang," tuturnya.

Dia juga mengatakan sepertinya tidak ada mahasiswa yang terlanjur melakukan pembayaran utang sebagaimana diperintahkan dalam surat tagihan tersebut.

"Saya sangat terkejut, tapi tampaknya jika memang mahasiswa itu merasa tidak memiliki utang dan kemudian menerima surat perintah pembayaran maka mereka otomatis akan mempertanyakan 'apa yang terjadi, saya tidak punya utang kok diwajibkan membayar'," katanya.

(nvc/nvc)


Berita Terkait