2025 Diperkirakan 32 Ribu Warga Aborijin akan Alami Kebutaan

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 10:08 WIB
Jakarta -

Dalam kurun waktu satu dekade mendatang diperkirakan ada lebih dari 32 ribu warga pribumi Australia yang akan mengalami kebutaan karena gangguan mata yang sebenarnya bisa disembuhkan.

Laporan dari Universitas Melbourne menyebutkan kemampuan melihat masyarakat Aborijin ini bisa diselamatkan jika Pemerintah Federal mengucurkan tambahan anggaran sebesar $23 juta per tahunnya.
Kajian yang dipimpin oleh, Professor Hugh Taylor, menyimpulkan bukti-bukti menunjukan warga pribumi Australia ini tidak mendapatkan perawatan yang mereka perlukan agar bisa melihat dengan jelas.
"Anak-anak Aborijin dan Torres Strait Islander awalnya memiliki pandangan yang jauh lebih baik daripada anak-anak non pribumi,” katanya.
"Tapi ketika mereka mencapai usia 40 tahun ke atas, rata-rata orang dewasanTorres Strait Islander punya kemungkinan kebutaan 6 kali lebih tinggi dan juga 3 kali lebih besar peluangnya memiliki penglihatan yang buruk,” katanya.
Laporan ini juga mendapati kalau Australia dapat menghemat anggaran kesehatan dalam jangka panjang jika saja Pemerintah Federal meningkatkan anggarannya dalam melakukan pencegahan di kalangan warga Aborijin.
Universitas Melbourne meminta PricewaterhouseCoopers (PwC) untuk menganalisa anggaran dana dari pemerintah sebesar $40 juta bagi kesehatan mata warga Aborijin.
Mitra PwC, James van Smeerdijk mengatakan untuk menghilangkan kebutaan yang sebenarnya bisa dicegah di kalangan komunitas warga Aborijin, pemerintah
perlu menghabiskan anggaran tambahan sebesar $23 juta setiap tahun selama 1 dekade mendatang.
"Jika saja kita bisa mengembalikan penglihatan dari ke-32 ribu orang Aborijin tersebut, maka itu akan sangat membantu mereka mendapatkan pekerjaan," katanya.
"Tambahan $23 juta dollar per tahun, atau $227 juta selama 10 tahun, dan itu hanya setengah persen dari total anggaran kesehatan,” tuturnya.
"Jadi menurut saya ini investasi yang cukup menarik,” imbuhnya.
Berkurangnya kemampuan melihat, katarak dan masalah gangguan penglihatan yang dipicu oleh diabetes ini merupakan penyebab kebutaan yang umum terjadi di komunitas warga Aborijin.
Trachoma akibat infeksi bakteri di mata masih menyebar di banyak komunitas warga Aborijin yang ada di masyarakat karena kurangnya sanitasi.
Professor Taylor mengatakan dirinya khawatir sistem yang berlaku saat ini tidak akan menyediakan perawatan kesehatan mata yang adekuat.
Laporan berjudul Kesehatan Mata warga aborijin ini akan dipresentasikan ke Departemen Kesehatan Canberra.


(nvc/nvc)