Pegawai 7-Eleven Australia yang Melanggar Visa Pelajar Sebaiknya Diampuni

Pegawai 7-Eleven Australia yang Melanggar Visa Pelajar Sebaiknya Diampuni

Australia Plus ABC - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 09:47 WIB
Jakarta -

Partai Buruh di Australia mengatakan setiap pegawai asing yang bekerja di 7-Eleven yang melanggar aturan visa bekerja harus diberikan amnesti atau ampunan, karena telah melanggar aturan visa pelajar.

Dugaan adanya eksploitasi terhadap pekerja asing 7-Eleven di Australia
Dugaan adanya eksploitasi terhadap pekerja asing 7-Eleven di Australia
Sebelumnya, program ABC Four Corners menemukan adanya eksploitasi kepada pekerja 7-Eleven di Australia.


Eksploitasi bahkan dilaporkan telah meluas di beberapa outlet warung serba ada nirlaba tersebut dan telah disamakan perbudakan modern. ;

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar pekerja 7-Eleven adalah mahasiswa internasional di Australia dengan kondisi visa tertentu. Mahasiswa asing diberikan izin untuk pekerja, hanya waktunya dibatasi, yakni 20 jam per minggu. ;

Banyak mahasiswa asing yang bekerja untuk 7-Eleven yang dipaksa bekerja lebih lama dari aturan yang ada, sehingga mereka beresiko dideportasi. ;

Deborah O'Neill, seorang senator dari Partai Buruh telah menyerukan pemerintah untuk memberikan amnesti bagi para pelajar asing yang bekerja di luar aturan.

"Saya menyerukan kepada pemerintah untuk benar-benar memberikan amnesti bagi pelajar asing yang bekerja di 7-Eleve. [Mereka] telah terjebak dalam penipuan upah."

Manajemen 7-Eleven menyalahkan para outlet pemegang lisensi soal eksploitasi pegawai. Kantor pusat 7-Eleven telah meminta untuk adanya penyelidikan independen soal ini.

Partai Buruh juga ingin agar para direksi 7-Eleven dipanggil oleh senat federal untuk menjelaskan dugaan penipuan. ;

kata Senator O'Neill.

Sementara itu serikat buruh yang membawai para pekerja di toko-toko, Shop, Distributive and Allied Employees Association atau SDA, telah dituduh tidak cukup melindungi pekerja 7-Eleven.

Tapi sekretaris nasional SDA, Gerard Dwyer, mengatakan serikatnya telah mencoba untuk berkomunikasi dengan para pekerja selama bertahun-tahun dengan tanpa hasil.

"Seluruh masalah soal visa, atau penyalahgunaan sistem visa, memberi arti bahwa karyawan 7-Eleven telah bekerja dengan diam," katanya. ;

Kini, SDA telah menyediakan hotline dan situs untuk membantu pekerja 7-Eleven menyampaikan keluhan mereka.

Bagi para pekerja asing di 7-Eleven Australia yang merasa dirugikan, baik soal waktu kerja dan upah dapat menghubungi hotline 131.

Setelah masalah ini terkuak, kantor pusat 7-Eleven menyatakan bersedia untuk membayar setiap pemegang lisensi yang ingin menjual tokonya.

(nrl/nrl)


Berita Terkait