Partai Buruh di Australia mengatakan setiap pegawai asing yang bekerja di 7-Eleven yang melanggar aturan visa bekerja harus diberikan amnesti atau ampunan, karena telah melanggar aturan visa pelajar. 
Dugaan adanya eksploitasi terhadap pekerja asing 7-Eleven di Australia
Sebelumnya, program ABC Four Corners menemukan adanya eksploitasi kepada pekerja 7-Eleven di Australia.
Eksploitasi bahkan dilaporkan telah meluas di beberapa outlet warung serba ada nirlaba tersebut dan telah disamakan perbudakan modern. ;
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak mahasiswa asing yang bekerja untuk 7-Eleven yang dipaksa bekerja lebih lama dari aturan yang ada, sehingga mereka beresiko dideportasi. ;
Deborah O'Neill, seorang senator dari Partai Buruh telah menyerukan pemerintah untuk memberikan amnesti bagi para pelajar asing yang bekerja di luar aturan.
"Saya menyerukan kepada pemerintah untuk benar-benar memberikan amnesti bagi pelajar asing yang bekerja di 7-Eleve. [Mereka] telah terjebak dalam penipuan upah."
Manajemen 7-Eleven menyalahkan para outlet pemegang lisensi soal eksploitasi pegawai. Kantor pusat 7-Eleven telah meminta untuk adanya penyelidikan independen soal ini.
Partai Buruh juga ingin agar para direksi 7-Eleven dipanggil oleh senat federal untuk menjelaskan dugaan penipuan. ;
kata Senator O'Neill.
Sementara itu serikat buruh yang membawai para pekerja di toko-toko, Shop, Distributive and Allied Employees Association atau SDA, telah dituduh tidak cukup melindungi pekerja 7-Eleven.
Tapi sekretaris nasional SDA, Gerard Dwyer, mengatakan serikatnya telah mencoba untuk berkomunikasi dengan para pekerja selama bertahun-tahun dengan tanpa hasil.
"Seluruh masalah soal visa, atau penyalahgunaan sistem visa, memberi arti bahwa karyawan 7-Eleven telah bekerja dengan diam," katanya. ;
Kini, SDA telah menyediakan hotline dan situs untuk membantu pekerja 7-Eleven menyampaikan keluhan mereka.
Bagi para pekerja asing di 7-Eleven Australia yang merasa dirugikan, baik soal waktu kerja dan upah dapat menghubungi hotline 131.
Setelah masalah ini terkuak, kantor pusat 7-Eleven menyatakan bersedia untuk membayar setiap pemegang lisensi yang ingin menjual tokonya.
(nrl/nrl)











































