Saat ini, electroconvulsive therapy atau ECT dianggap menjadi pengobatan yang paling efektif untuk depresi berat, yang belum berhasil dicapai oleh jenis pengobatannya.
Salah satu pasien yang menderita depresi di Australia, sebut saja namanya Sarah, pernah mendapatkan sejumlah pengobatan di tahun-tahun sebelumnya. Tapi tidak ada satu pun dari upaya pengobatan itu yang berhasil mencegah dirinya dari upaya bunuh diri.
Ia seringkali mengalami hilang ingatan, meski hanya sebentar dan sementara. ECT memiliki dampak pada memori dan kemampuan kognitif otak adalah salah satu alasan beberapa orang, termasuk dokter dan pasien, memiliki persepsi negatif dari perawatan ECT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Colleen Loo adalah penulis utama dari analisis terbaru yang menemukan ECT jenis ultra pulse. Jenis baru ini sama efektifnya dengan ECT sebelumnya untuk mengobati pasien yang mengalami depresi berat. Tapi ECT jenis baru ini tidak memiliki efek samping yang sama dengan sebelumnya. ;

;
Loo dan rekan menemukan bila dibandingkan dengan standar ECT, ECT jenis ultra-pulse mengurangi hilangnya kenangan di masa lalu serta ketidakmampuan untuk mempelajari informasi baru setelah pengobatan.
"Kita bicara tentang perbedaan yang cukup besar: tidak hanya signifikan ketika Anda menganalisis data. Tapi di tingkat, dimana secara klinis Anda dapat melihat perbedaan yang jelas," kata Loo, yang juga seorang psikiater dan akademis di Black Dog Institute dan University of New South Wales.
Sebelumnya ECT diketahui bekerja dengan mengubah kimia otak dan aktivitas listrik, tapi menurut Loo hal ini tidak sepenuhnya dipahami.
;
(nrl/nrl)











































