Intrik-intrik di Balik Penetapan Bunga Nasional

ADVERTISEMENT

Intrik-intrik di Balik Penetapan Bunga Nasional

Australia Plus ABC - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 10:10 WIB
Jakarta -

Setiap 1 September di Australia diperingati sebagai hari bunga nasional, yaitu Bunga Golden Wattle. Di Indonesia bunga nasional adalah melati putih. Namun penetapan satu bunga untuk menjadi bunga nasional ternyata tersimpan begitu banyak intrik dan perdebatan!

Australia: Bunga golden wattle

Bunga Wattle (Flickr CC: Sydney Oats) dan waratah, below (Flickr CC: aussiegall)

Flickr CC: aussiegall
Flickr CC: aussiegall
Bunga golden wattle (Acacia pycnantha) sudah dianggap lambang bunga Australia sejak terbentuknya federasi negara tersebut. Namun, pernyataan resmi tentang ini baru dikeluarkan tahun 1988.

Pada tahun 1899, dibentuk 'the wattle club' untuk mendorong dirayakannya hari Wattle tiap bulan September, demi diakuinya bunga ini.
Namun, bunga wattle ternyata punya saingan, yaitu waratah (Telopea speciosissima). Ada yang berkampanye agar waratah lah yang diberi panggung.

Ahli botani R.T Baker adalah salah satu yang mendukung waratah. Menurutnya, waratah hanya ada di Australia, sementara wattle ada di berbagai wilayah lainnya di dunia, Di Afrika saja ada lebih dari seratus jenis wattle asli.

Pada akhirnya, yang menang tetaplah bunga wattle. Warna hijau dan emas di seragam tim-tim olahraga Australia mengambil inspirasi dari warna bunga wattle. Sementara itu, bunga waratah dijadikan lambang negara bagian New South Wales.

Singapura: Vanda Miss Joaquim

Flickr CC:

Bunga Anggrek Singapura, yang juga dikenal sebagai “Vanda ;Miss Joaquim” dipilih sebagai puspa nasional Singapura pada tahun 1981. Bunga ini adalah hibrida atau persilangan anggrek pertama di Singapura.

Namanya berasal dari Agnes Joaquim, anak seorang pengusaha Armenia yang menanam bunga tersebut di kebunnya pada tahun 1893.

Agnes dan 10 saudara-saudaranya gemar berkebun. Mereka beberapa kali memenangkan penghargaan di acara Singapore Flower Show.

Pada tahun 1899, Agnes memenangkan penghargaan 'anggrek terlangka', berkat ;Vanda Miss Joaquim, namun Ia meninggal tiga bulan kemudian.

Maka, Ia tak pernah tahu bahwa jenis anggrek tahan banting hasil persilangannya akan menjadi begitu terkenal.

Amerika dan Inggris: Mawar

Flickr CC: dalesbest

Sejak dimulainya perang sipil 'Wars of the Roses' di Inggris pada tahun 1455, mawar merah sudah menjadi bunga nasional negara tersebut.

Tahun 1986, Amerika pun mengumumkan bahwa emblem flora mereka adalah mawar.

Dalam sebuah deklarasi resmi, Presiden saat itu yaitu Ronald Reagan berkata bahwa "Kita melihat mawar sebagai simbol kehidupan, cinta dan kesetiaan, kecantikan dan keabadian, lebih dari bunga lain."

Tak hanya Inggris dan Amerika, Irak, Slowakia, Bulgaria juga menjadikan mawar sebagai simbol nasional mereka. Ekuador juga memilih mawar, meskipun secara tidak resmi.

Sri Lanka: Bunga teratai blue star water lily

Flickr CC: David Leo Veksler

Pada tahun 2010, sejumlah ahli tanaman mengumumkan sesuatu yang mengejutkan. Ternyata, bunga ungu yang sering ditampilkan di perangko, buku pelajaran, atau situs pemerintah Sri Lanka bukanlah bunga Nymphaea ;nouchali, yang dianggap puspa nasional negara itu.

Bunga itu mungkin merupakan spesies 'saudara' Nymphaea nouchali, atau bunga teratai blue star water lily, atau hasil persilangannya.

Justru Nymphaea ;nouchali yang asli kini makin langka, karena tergeser oleh 'saudara-saudara'nya yang bunganya lebih besar dan berwarna lebih terang.

Indonesia: Melati putih

Jasminum sambac (Flickr CC: candiru) and below, Rafflesia arnoldii (Flickr CC: Tamaar)

Ada tiga bunga nasional di Indonesia, yaitu anggrek bulan, padma raksasa (Rafflesia arnoldii) dan melati putih (Jasminum sambac).Flickr CC: Tamaar
Flickr CC: Tamaar


Untuk melati putih, sejak dulu bunga ini penting dalam berbagai tradisi di nusantara. Contohnya, dalam upacara pernikahan dan dalam berbagai lagu dan puisi.

Melati putih dijadikan puspa resmi Indonesia tahun 1990, bersanding dengan anggrek bulan sebagai puspa pesona dan padma raksasa sebagai puspa langka.

Padma raksasa atau Rafflesia arnoldii, yang juga dikenal dengan sebutan bunga bangkai dikarenakan baunya yang khas, adalah bunga terbesar di dunia.

China: Bunga plum atau bunga Peony?

Bunga plum (Flickr CC: Tim Hamilton), bawah: bunga peony (Flickr CC: beautifulcataya)

Begitu sulitnya menentukan lambang puspa China, akhirnya negara tersebut saat ini punya dua puspa yang tak resmi: bunga plum (Prunus mume) dan bunga peony (Paeonia suffruticosa).

Flickr CC: beautifulcataya
Flickr CC: beautifulcataya


Menjelang Olimpiade Beijing tahun 2008, banyak yang melihat momen itu sebagai saat yang tepat untuk membuat keputusan tentang puspa bangsa.

Sebanyak 62 akademisi dari Chinese Academy of Sciences pun mengajukan cara menyelesaikan perdebatan ini, dengan nama 'dual national flower plan.'

Pada akhirnya, tak juga dibuat keputusan resmi. Mungkin ini karena ada begitu banyak bunga lain yang bisa dipilih, seperti chrysanthemum, camellia dan kembang sepatu (Chinese rose)

Tapi banyak juga yang cukup puas dengan bunga plum dan peony. bunga plum mekar di musim dingin, menandakan musim semi akan datang, sedangkan bunga peony melambangkan kekayaan dan kehormatan, dan memiliki sejarah kebudayaan yang panjang.

Vietnam: Bunga lotus merah muda

Flickr CC: Katja Schulz

Tak hanya China, Vietnam pun pernah harus memilih puspa nasional mereka, dan caranya melalui pemungutan suara yang diikuti lebih dari 50.000 orang. ;

Sebanyak 71 persen dari pemilih memilih bunga lotus merah muda (Nelumbo nucifera). Bunga ini juga merupakan puspa nasional India.

Polinesia Perancis dan kepulauan Cook: Tiare mori

Flickr CC: Fabien Malergue

Baik penduduk Polinesia Perancis dan kepulauan Cook memilih bunga Tiare mori (Gardenia taitensis) sebagai emblem flora mereka.

Bunga semerbak ; ini memiliki peran penting dalam kebudayaan polinesia.

Rangkaian bunga ini seringkali digunakan sebagai kalung.

Tetapi tak hanya sebagai perhiasan, Tiare mori juga digunakan dalam pengobatan tradisional dan pembuatan parfum. ;

Di beberapa kebudayaan Pasifik, bunga ini digunakan sebagai penanda status pernikahan seseorang. Caranya, dengan mengenakannya di balik telinga. Telinga kanan atau kiri? Soal ini, anda harus bertanya pada penduduk setempat.

(nrl/nrl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT