Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengukuhkan bahwa 46 pencari suaka sudah dikembalikan ke Vietnam setelah kapal yang membawa mereka dipergoki berada di perairan Australia Barat bulan lalu.
Kapal yang membawa para pencari suaka asal Vietnam tersebut pada awalnya dilihat oleh para awak kapal tanker minyak sekitar 150 kilometer di lepas pantai Australia Barat.
Saat itu, juru bicara perusahaan gas dan minyak Modec sebagai pemilik tanker mengatakan bahwa mereka yang berada di kapal pencari suaka itu tampak sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal pencari suaka ini semula dilihat oleh sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Australia Barat. (Anonymus)
;
Selama operasi berlangsung, pemerintah Federal menolak memberikan komentar mengenai hal tersebut, namun sekarang Dutton mengatakan pencari suaka itu dikembalikan ke negara asal mereka.
"Ada 46 orang dalam peristiwa terbaru ini memang berasal dari Vietnam, dan kami sudah merundingkan pengiriman kembali ke Vietnam," kata Dutton.
"Kami bekerja dalam kerangka bilateral dengan Pemerintah Vietnam," tambahnya.
Dutton mengatakan bahwa kebijakan untuk mengembalikan atau mengusir kembali kapal pencari suaka yang dijalankan pemerintah sekarang tampaknya berhasil.
"Kami memiliki kebijakan yang jelas, dan itu adalah bahwa mereka yang berusaha masuk ke negara ini dengan kapal secara tidak sah, tidak akan ditempatkan di negeri ini," kata Dutton.
"Kami memiliki hubungan kerja yang baik dengan Pemerintah Vietnam. Kami berunding dan memperlakukan semua ini atas dasar kasus per kasus, namun kami bekerja sama baik dengan Pemerintah Vietnam," tambahnya.
Dutton mengatakan bahwa Operasi Kedaulatan Perbatasan sejauh ini sudah menghentikan 20 kapal, yang membawa 633 orang yang berusaha mencapai Australia selama 18 bulan terakhir.
(nwk/nwk)











































