Skandal Tunjangan, Ketua DPR Australia Minta Maaf Tapi Menolak Mundur

Australia Plus ABC - detikNews
Kamis, 30 Jul 2015 11:03 WIB
Jakarta -

Ketua DPR (House of Representatives) Australia Bronwyn Bishop akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait skandal biaya perjalanan, namun menolak mengundurkan diri dari jabatannya.

Bronwyn Bishop diketahui membebankan uang sewa helikopter sebesar 5.227 ribu dolar (sekitar Rp 50 juta) ke kas negara, pada saat ia terbang dari Melbourne ke Geelong untuk menghadiri acara pengumpulan dana bagi Partai Liberal.

Meskipun ia telah membayar kembali uang tersebut ke kas negara dendanya sebesar 25 persen, namun ;Partai Buruh yang beroposisi tetap mempermasalahkannya.

Partai Buruh mempertanyakan dua perjalanan Bronwyn Bishop lainnya, yang juga dibebankan biayanya ke kas negara. ;Yang pertama terjadi di tahun 2006 saat ia menghadiri pernikahan politisi Partai Liberal Sophie Mirabella di daerah Wangaratta. Ia membebankan biaya ke kas negara sebesar 600 dolar (Rp 6 juta).

Kedua, ia juga membebani kas negara sebesar 288 dolar (kurang dari Rp 3 juta) di tahun 2007 saat menghadiri pernikahan politisi Partai Liberal bernama Teresa Gambaro di Brisbane.

Setelah mendapat sorotan publik, hari Kamis (30/7/2015) sang ketua DPR pun menyampaikan permintaan maafnya. Ia bahkan mengatakan, akan membayar seluruh biaya perjalanan untuk menghadiri pesta pernikahan koleganya.

"Saya merasa telah mengecewakan rakyat Australia," katanya. "Saya ingin minta maaf kepada rakyat Australia karena melakukan kesalahan".

"Saya akan membayar seluruh biaya yang saya pakai menghadiri pernikahan itu, yang meskipun secara teknis masih mengikuti aturan, namun tampaknya tidak bisa dibenarkan," ucap Bronwyn Bishop lagi.

Namun demikian, katanya, dia tidak akan tunduk pada desakan politik untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR.

"Saya tidak akan mundur, tapi saya akan bekerja keras untuk mewujudkan permintaan maaf saya ini kepada rakyat Australia,' ucapnya.

Skandal sewa helikopter itu muncul pada pertengahan Juli 2015 lalu, dan kini Bronwyn Bishop mengakui bahwa hal itu memang tidak dapat dibenarkan.

"Tidak ada alasan bagi apa yang saya lakukan terkait sewa helikopter itu," katanya lagi.

Namun Pemimpin Oposisi Bill Shorten menilai permintaan maaf Bronwyn Bishop ini dia lakukan semata-mata demi menyelamatkan jabatannya.

"Seandainya Bronwyn Bishop betul-betul menyesal atas perbuatannya, dia tidak akan menunggu hampir tiga minggu untuk minta maaf," tegas Bill Shorten.

"Jelas berbeda antara minta maaf karena tulus dan minta maaf karena ingin menyelamatkan jabatan," katanya lagi.

Sumber ABC di lingkungan pemerintahan Australia kemarin menyebutkan bahwa dukungan bagi Bronwyn Bishop untuk bertahan pada jabatannya semakin berkurang.

"Dia telah kehilangan dukungan dari partai," kata sumber itu.

Namun pemimpin faksi pemerintah di DPR Christopher Pyne meminta koleganya untuk tetap mendukung Bronwyn Bishop sebagai ketua DPR.

Sementara itu Mantan Ketua DPR dari Partai Buruh Anna Burke menjelaskan, kecaman kepada Bronwyn Bishop akan berlanjut makanya ia seharusnya mengundurkan diri.

"Orang akan terus mencari kesalahannya. Kita tunggu saja biaya apa lagi yang bebankan ke kas negara," katanya.

Hal ini mulai terlihat dari rencana dua anggota DPR yaitu Clive Palmer dan Andrew Wilkie untuk mengajukan mosi tidak percaya kepada Bronwyn Bishop saat parlemen Australia kembali dari reses.

Mosi serupa sudah pernah diajukan Partai Buruh sebelumnya, namun dengan alasan bahwa Bronwyn Bishop dalam menjalankan tugasnya memandu sesi tanya-jawab selalu bias dan tidak netral.

;

(nwk/nwk)