AUSVEG, kelompok yang mewakili petani kentang di Australia telah meminta informasi dari sembilan perusahaan makanan cepat saji soal produk kentang yang mereka gunakan, apakah produk asli Australia atau dari luar negeri.
Dimi Kyriakou, dari AUSVEG, mengatakan restoran cepat saji seperti McDonalds, Nandos dan Grill'd Healthy Burgers kemungkinan besar menggunakan kentang yang dibudidayakan Australia.
"Kami juga menerima pernyataan dari restoran cepat saji Red Rooster awal tahun lalu bahwa kentang yang mereka gunakan berasal dari perusahaan berbasis di Australia," ujar Kyriakou.
Kentang goreng di sejumlah restoran cepat saji dipertanyakan asalnya.
"Namun ketika kami kembali mengunjungi Red Rooster dan perusahaan Oporto yang berada di bawah satu perusahaan, mereka gagal menjelaskan asal-usul kentang mereka," katanya. "Perwakilan dari KFC, Hungry Jacks, Lord of the Fries dan Salsa juga menolak berkomentar."
Menurutnya sangat penting bagi konsumen untuk mengetahui dari mana asal produk kentang yang mereka makan.
Direktur perusahaan Simplot, Terry O'Brien mengatakan masalah kentang beku yang diimpor Australia kini menjadi perhatian.
"Sepengetahuan kami ada lebih dari 200.000 ton kentang beku yang diimpor ke Australia, setiap tahunnya," kata O'Brien.
O'Brien menjelaskan kawasan Eropa cukup memiliki siklus produksi kentang yang berfluktuasi, biasanya bisa kelebihan juga kekurangan. Ketika produk kentang asal Eropa ini melimpah, mereka mengekspornya ke Australia.
"Kentang asal Eropa harganya lebih murah yang kemudian dipakai outlet-outlet atau restoran, karena mereka menginginkan produk yang lebih murah," ujar O'Brien.
"Di tingkat distributor, ada banyak restoran dan penyedia katering yang mendukung [produk] Australia dan mereka memiliki kepedulian soal itu."
Tapi O'Brien menegaskan bukan berarti Australia melarang ketat produk impor. Produk impor dari negara lain boleh dikonsumsi asal aman dan berkualitas tinggi.
;
(nwk/nwk)










































