Para ilmuwan sebelumnya percaya bahwa cara yang terbukti untuk memiliki usia lebih panjang adalah dengan membatasi kalori. ;
Tapi peneliti dari Pusat Kajian Charles Perkins di University of Sydney telah menemukan manfaat yang sama dengan gabungan diet protein rendah dan karbohidrat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, sedikit saja yang bisa mempertahankan pengurangan kalori hingga 40 persen dalam jangka panjang, dan ini malah beresiko kehilangan massa tulang, libido dan kesuburan."

Diet yang menggabungkan karbohidrat tinggi dan protein rendah baik untuk umur panjang, tapi beresiko naikkan berat badan.
Untuk penelitian terbaru ini, mereka membandingkan dua tikus Satu tikus melakukan diet dengan kalori terbatas, sementara tikus lainnya melakukan gabungan diet ; dengan rendah protein, namun tinggi dalam hal karbohidrat.
"Hasilnya, tikus mendapat manfaat yang sama dari diet gabungan rendah protein rendah dan tinggi karbohidrat, seperti diet pembatasan kalori hingga 40 persen," kata Profesor Simpson.
"Jika hal yang sama berlaku bagi kita, ini berarti baik untuk proses penuaan dengan rasa sakit yang berkurang dibandingkan pembatasan kalori," tambahnya.
Tapi ada satu kelemahan.
"Sementara diet gabungan protein rendah dan karbohidrat tinggi cenderung memiliki efek menguntungkan di kemudian hari, malah bisa meningkatkan rasa lapar dan menyebabkan kenaikan berat badan," ujarnya Profesor Simpson.
(Nograhany Widhi Koesmawardhani/Nograhany Widhi Koesmawardhani)











































