Salah satu media di Australia, News Corp melaporkan bahwa keluarga Irfaan Hussein (19) mengatakan anak mereka tewas ketika bergabung dengan ISIS di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan kemampuan departemennya untuk menindaklanjuti laporan adanya kematian di Irak atau Suriah 'sangat terbatas.'
"Bila laporan ii benar, dia menjadi satu dari lebih 30 warga Australia yang tewas dalam kasus teroris seperti ini." kata Bishop dalam sebuah pernyataan.
"Sangat memprihatinkan bahwa warga muda Australia terbujuk hingga tewas oleh organisasi teroris barbar."
"Pemerintah Australia mengambil berbagai tindakan untuk mencegah aliran pejuang dan dana ke ISIS."
Bulan Maret lalu, seorang remaja lainnya Jake Bilardi terbunuh setelah terlibat dalam serangkaian pemboman ; bunuh diri yang dikoordinir oleh ISIS di Irak.
Menlu Bishop mendesak warga Australia untuk tidak mengunjunig Suriah dan Irak.
"Tidak saja mereka menempatkan diri dalam situasi berbahaya, mereka juga menambah penderitaan warga Suriah dan Irak." tambah Bishop.
Hussein dilaporkan bersekolah di Lyndale Secondary College di North Dandenong di negara bagian Victoria bersama dengan Abdul Numan Haider.
Haider (18) ditembak mati oleh polisi bulan September tahun lalu, setelah menusuk dua polisi di luar kantor polisi Endeavour Hillst
Dalam pernyataannya, Lyndale Secondary College mengatakan mereka terus mencoba memberikan pengaruh positif kepada siswa.
"Staf kami berusaha keras memberikan jalan dan opsi bagi semua siswa di saat mereka berada di sekolah." kata sekolah tersebut.
"Apa yang dilakukan siswa setelah mereka tidak lagi bersekolah, adalah di luar kontrol kami."
News Corp juga melaporkan bawha Hussein punya pertalian dengan tiga pria yang ditahan berkenaan dengan tindakan teror di Hari Anzac di Melbourne bulan April.
(nwk/nwk)











































