Para petani dan peternak dianggap sebagai pihak yang antusias mengadopsi berbagai jenis teknologi terbaru, tapi mereka sering dibatasi oleh kurangnya akses ke fasilitas yang sesuai.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru Australian Journal of Agricultural and Resource Economics telah menemukan hubungan positif antara investasi petani di bidang teknologi komunikasi dengan peningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.
Ada banyak hal lain yang memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap pendapatan, seperti cuaca misalnya.
Tapi dari analisa yang dilakukan Ruhul Salim, ekonom dari Curtin University Ruhul membuktikan hubungan yang kuat antara berapa yang telah petani habiskan untuk teknologi komunikasi dan seberapa besar peningkatan pendapatan mereka.
Petani yang berinvestasi di teknologi telekomunikasi memiliki pendapatan lebih tinggi.
Salim mengatakan salah satu manfaat utama adalah memiliki masyarakat yang semuanya bisa online, yang tentunya manfaat bagi individu pun akan meningkat ketika jaringan diperluas.
Studi ini memperkirakan dengan meningkatkan konektivitas untuk mengakses pengetahuan, baik di tingkat lokal dan global, maka "pendapatan rata-rata petani Australia akan meningkat secara signifikan".
Jock Graham, petani dari Coolac di New South Wales, menjelaskan adanya hubungan yang nyata antara konektivitas internet dan peningkatan pendapatan.
Graham yang kembali ke peternakan usai menyelesaikan studinya di universitas, melihat perbedaan besar dalam kecepatan koneksi di kawasan perkotaan dan daerah terpencil di Australia. ;
Sejak itu ia mengembangkan jaringan nirkabel yang memungkinkannya untuk mengakses internet dengan cepat di peternakannya.
Jaringan yang ia buat ini memungkinkan para petani untuk tetap mengakses perangkat lunak dan aplikasi khusus, meski tanpa koneksi internet yang cepat.
"Sekarang kita memiliki koneksi dengan kecepatan yang lebih tinggi, paket akuntansi berfungsi dengan baik karena para petani dapat mengunggah data langsung ke server," kata Graham.
"Pada dasarnya selalu ada solusi untuk masalah online, karena itu kita harus online, kalau tidak kita sendir yang menjadi terbelakang dari inovasi itu," tambahnya.
(nwk/nwk)











































