Seniman Muslim Jadi yang Pertama Pamerkan Karyanya di Galeri Western Australia

Seniman Muslim Jadi yang Pertama Pamerkan Karyanya di Galeri Western Australia

- detikNews
Senin, 27 Apr 2015 18:35 WIB
Jakarta - The Art Gallery of Western Australia, galeri milik Australia Barat di kota Perth, telah membuka ruangan spesial yang didedikasikan untuk menampilkan hasil karya para seniman lokal di negara bagian tersebut. Kesempatan pertama diberikan kepada Abdullah bersaudara, warga Muslim di Perth.

Abdul-Rahman Abdullah dan Abdul Abdullah, mengasah keterampilan mereka sebagai seniman secara terpisah. Tapi banyak hasil karyanya yang sama-sama mengeksplorasi identitas Muslim di Australia.

Abdul-Rahman berusia sembilan tahun lebih tua dari Abdul. Ia mengaku dibesarkan sebelum peristiwa aksi teror 9/11 yang mengubah wajah kehidupan Muslim di negara barat. Karenanya, mereka berdua memiliki pengalaman pribadi yang sangat berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Identitas agama dan budaya saya sudah sangat dipolitisasi," kata Abdul Abdullah.

"Saya berusia 29 tahun, dan saya pikir saya berada di puncak usia bagi para Muslim di Australia yang dibesarkan dengan bayang-bayang pemberitaan bahwa Muslim adalah orang-orang yang jahat," tambahnya.


Abdul-Rahman Abdullah dan adiknya, Abdul Abdullah dalam pameran berjudul WA Focus di Galeri Australia Barat. ; Foto: Emma Wynne.

Lain halnya dengan Abdul-Rahman, dimana perspektif soal Muslim pada jamannya lebih memiliki nostalgia yang baik.

Abdul-Rahman Abdullah mengatakan bahwa semasa masa kecilnya di tahun 1980-an, hampir tak pernah ada gambaran soal Muslim di media.

"Karenanya, menjadi seorang Muslim itu hanya terlihat di rumah," ujarnya.

"Kami tidak diberitakan sama sekali di media. Hasil karya Abdul-Rahman. Foto: Abdul Abdullah.
Hasil karya Abdul-Rahman. Foto: Abdul Abdullah.


Di tahun 80-an yang dianggap orang-orang jahat adalah para komunis."

Nostalgia inilah yang tercermin dalam patung Abdul-Rahman, salah satunya replika tubuh domba yang baru disembelih.

Domba ini terbuat dari silikon..

"Ini adalah proses menyembelih domba di halaman belakang rumah kami, saat saya masih kecil," jelasnya. "Ayah kami menyembelih domba-domba sendiri, agar bisa mendapatkan daging halal, karena masih jarang tersedia [di negara-negara barat]," ujarnya.

"Bagi saya itu adalah pengalaman dimana saya merasakan kedekatan dengan ayah, dan banyak ritual lainnya di rumah yang saya cintai."

Sementara bagi adiknya, Abdul, lukisan dan fotografi lebih mencerminkan frustrasi yang dialami masyarakat Muslim.

"Seri fotografi saya melihat pengalaman umat Muslim, tapi lebih luas yakni kelompok yang terpinggirkan atau para migran.

"Semua tentang perasaan yang ditolak, tidak diterima, atau diserang."

Abdul memotret dirinya sendiri dan dengan mengenakan kostum, mengenakan topeng dari film Planet of the Apes.

"Ini merujuk pada upaya membuat orang terlihat sebagai monster, bahwa mereka adalah penjahat."

Terlepas dari karyanya yang sarat dengan politik, Abdul Abdullah mengatakan bahwa ia dan saudaranya tidak dilihat sebagai juru bicara untuk Islam atau komunitas mereka.

"Ini bukan tugas kami sepenuhnya," ujarnya.

"Kami adalah seniman yang juga Muslim, menghasilkan karya yang dipengaruhi oleh agama kita, tapi bukan berarti kita adalah mewakili umat Muslim."


Buku mewarnai milik Abdul-Rahman berisi kisah dan cerita Abdul-Rahman bersaudara. Foto: Emma Wynne.

Kedua saudara ini pun memiliki kepribadian yang periang dan penuh humor. Bekerja di bidang yang sama dengan nama yang sangat mirip, kadang orang-orang seringkali tertukar. Atau bahkan berpikir bahwa mereka adalah satu orang.

Abdul-Rahman mengatakan ia mendapat ucapan selamat berkali-kali dalam sebuah kompetisi foto yang digelar di Sydney, tahun lalu, padahal yang masuk menjadi finalis adalah Abdul.

"Jika orang-orang melihat kami berdua di ruangan yang sama, mereka baru sadar bahwa kita adalah dua orang yang berbeda."


Salah satu hasil karya Abdul-Rahman Abdullah. Foto: Emma Wynne.
(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads