Lembaga penelitian utama Australia CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) menyatakan sejumlah penelitinya yang sedang menekuni pengembangan vaksin virus Ebola, terkena dampak dari pengetatan APBN.
Pemerintah Federal telah memotong lebih dari $110 juta terhadap anggaran CSIO, dan sebagai dampaknya, delapan peneliti akan kena PHK di Laboratorium Kesehatan Hewan Australia (AAHL) di Geelong, negara bagain Victoria.
Para ilmuwan di laboratorium tersebut sedang berusaha menemukan vaksin untuk Ebola, yang telah menewaskan ratusan orang di Afrika Barat, sejak wabah itu mulai berjangkit pada bulan Februari 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Asosiasi Staf CSIRO, Sam Popovski, mengatakan bahwa keputusan untuk memotong dana terhadap laboratorium itu, picik.
"Ini adalah berita buruk bagi para peneliti yang telah bekerja keras, yang berdedikasi untuk menjaga warga Australia, termasuk juga populasi dunia, aman dari penyakit tersebut," katanya.
Laboratorium itu juga melakukan penelitian terhadap influenza Avian, SARS dan virus Hendra.
"Laboratorium Kesehatan Hewan Australia itu khusus didanai untuk menjadi fasilitas nasional Australia di daerah ini," kata Sam Popovski.
Laboratorium Ini diakui sebagai fasilitas nasional untuk tugas ini, dan oleh karena itu merupakan gerbang terdepan dalam melindungi Australia dari virus tersebut.
(nwk/nwk)











































