Petugas kereta Metro kota Melbourne di Australia mengecam keras orang yang melakukan aksi bergelantung di ekor gerbong kereta api yang sedang melaju sebagai 'nekad dan sangat berbahaya.'
Kecaman itu dikemukakan setelah seorang perempuan melihat dua remaja laki-laki meloncat dari pelataran stasiun kereta di daerah Brighton di jalur jurusan Sandringham, dan bergelantungan di belakang kereta, pekan lalu.
Dikatakannya, kedua remaja itu tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya, sebelum menutup wajah mereka dengan jaket sementara kereta api melaju meninggalkan stasiun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin orang tua mereka akan khawatir," ujarnya. "Ini untuk pertama kalinya saya melihat kejadian seperti itu. Saya sungguh terkejut."
Saksi mata ini mengatakan, pihak Public Transport Victoria yang menerima laporannya agaknya tidak peduli akan kejadian tersebut.
Pihak Metro telah menyelidiki mengapa telepon itu tidak ditanggapi dengan serius.
Metro mengatakan, bergelantungan di kereta berbeda dengan orang naik ke atap kereta, itu sangat umum dan tidak kurang berbahayanya.
Bulan Juni 2014 lalu, seorang pria mati tersengat arus listrik ketika menaiki atap kereta di Stasiun Balaclava, Melbourne.
Di tahun 2012 ada 109 kasus orang bergelantung di kereta, dan di tahun 2014 ini sudah ada sebayak 36 laporan kasus yang sama.
Jurubicara Metro, Larisa Tait menyebutnya sebagai perilaku sangat berbahaya.
"Kereta kami melaju 110 kilometer per jam di beberapa bagian jaringan," kata Larisa.
"Jatuh dari atap kereta dapat berakibat kematian, atau paling tidak cedera berat."
Metero mengatakan, setiap orang yang melihat orang bergelantungan di belakang kereta, hendaknya menekan tombol tanda bahaya warna merah di dalam kereta atau di pelataran stasiun.
(nwk/nwk)











































