Penulisan Sejarah Baru Gunung Berapi Merujuk ke Antartika

Penulisan Sejarah Baru Gunung Berapi Merujuk ke Antartika

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 13:54 WIB
Jakarta -

Para ilmuwan Australia mengatakan akan menulis kembali sejarah gunung berapi terbesar dunia dengan melihat jauh ke dalam inti es Antartika.

Mereka mendapati bahwa lebih dari 100 letusan gunung berapi telah terjadi dalam dua ribu tahun ke belakang, cukup besar untuk mengirim abunya sampai ke Kutub Selatan.

Apa yang para saintis lakukan itu telah membantu mereka mengerti keadaan cuaca masa lalu, dan sebagai hasilnya, mereka dapat lebih baik memprediksi cuaca masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukti gunung-gunung berapi dari dua milenium lalu itu dapat ditemukan jauh di dalam ketebalan es Antartika.

Para ilmuwan membor jauh ke dalam es yang telah berabad-abad itu, untuk mengambil 26 inti es dari berbagai pelosok benua beku tersebut.

Dr Tas van Ommen, dari Australian Antarctic Division, mengatakan bahwa mereka telah mengukur inti-inti es itu untuk melihat sulfur, bukti yang dapat memberi cerita dari sebuah gunung berapi.

"Rincian inti es yang kami gunakan mundur ke dua ribu tahun lalu, sehingga kami benar-benar telah mengindentifikasi 116 letusan gunung berapi selama periode dua ribu tahun tersebut," ujarnya.

volcano Para saintis mencoba mengungkapkan rahasia letusan gunung berapi masa lalu di benua es Antartika.

Gunung-gunung berapi besar dapat mendinginkan permukaan planet selama bertahun-tahun setelah mereka meletus.

Letusan paling besar yang ditemukan dalam es tersebut adalah di tahun 1257 di Indonesia.

Dr Tas van Ommen mengatakan, para saintis lain telah menunjuk pada kejadian itu, setelah mereka mempelajari cincin-cincin pohon.

"Dan dengan mengetes catatan mengenai cincin pohon itu terhadap catatan inti es, maka kami telah mampu mencatat kembali tanggal dari beberpa peristiwa besar tersebut," jelas Dr. van Ommen.

Ilmuwan inti es, Jason Roberts, mengatakan, data tersebut bukan sekedar daya tarik sejarah saja, tapi hal itu juga merupakan sesuatu yang kritis untuk melmbuat gambaran akurat dari cuaca masa lalu serta memprediksi masa depan.

(nwk/nwk)


Berita Terkait