Pemerintah Australia Ingin Turunkan Angka Perceraian

Pemerintah Australia Ingin Turunkan Angka Perceraian

- detikNews
Selasa, 08 Jul 2014 11:05 WIB
Jakarta -

Menteri Sosial Australia, Kevin Andrews, menuturkan, Pemerintah Federal ingin mengurangi tingkat perceraian di negaranya dengan mengubah kebijakan mereka agar fokus pada intervensi dini terhadap pernikahan yang bermasalah.

Angka perceraian di Australia selama periode 1992-2012 menurut data Biro Statistik Australia, ABS. (Grafik: ABS)
Menurut data Biro Statistik Australia, pada tahun 2012, sebanyak 49.917 permohonan cerai, peningkatan 2% dari tahun sebelumnya, dikabulkan di Australia.

Pemerintah Federal telah berencana untuk membentuk panel ahli yang mampu melakukan intervensi dini guna menurunkan tingkat perceraian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Kevin mengatakan, mengurangi perceraian adalah hal penting karena berdasarkan hasil penelitian, anak-anak korban perceraian tak menunjukkan performa yang meyakinkan di bidang pendidikan, kesehatan, dan juga ketenagakerjaan.

β€œJika kita dapat menolong orang-orang yang mungkin dapat merekonsiliasi perbedaan mereka dan mempertahankan kebersamaan khususnya demi anak-anak, maka saya percaya itu adalah hal baik. Argumen saya adalah bahwa jika kita ingin terlibat, kita semestinya terlibat secara maksimal untuk mencegah hal itu dan melakukan intervensi sedini mungkin, ketimbang hanya memungut kepingan-kepingan yang ada,” tegasnya.

Awal yang baik bagi upaya konseling yang diluncurkan pemerintah

Menteri Kevin mengutarakan, sekitar 400 orang akan menerima tawaran pemerintah yang berbentuk kupon konseling pernikahan senilai AUS$ 200, sejak skema intervensi tersebut diperkenalkan pekan lalu.

Skema intervensi ini dianggarkan sebesar AUS$ 20 juta dan terbatas hanya untuk 100.000 pasangan pada tahun perdananya.

Menteri Kevin berujar, langkah pencegahan dini ini merupakan awal yang baik.

β€œKita mendapat 100 pasangan tiap harinya, tiap hari kerja. Jumlahnya dibatasi sekitar 100.000 pasangan, sehingga jika kita mendapat sedikit di bawah 2000 pasangan per minggu maka jatah 100.000 per tahun akan terpakai seluruhnya,” urainya.
(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads