Senator Australia, Nova Peris yang mewakili Dapil Northern Territory, mendapat kiriman surat-surat berbau rasis setelah secara terbuka mengkritisi pernyataan Perdana Menteri Tony Abbott tentang kedatangan investasi asing. Senator Peris mengatakan hubungan pertama penduduk Aborigin adalah justru dengan pedagang Makassar, Indonesia.
Senator Peris, yang merupakan perempuan keturunan Aborigin asal Darwin, mengecam pernyataan PM Abbott mengenai kedatangan orang Eropa ke Australia.
PM Abbott menyampaikan pidato di depan seminar Australian-Melbourne Institute, Kamis pekan lalu. Ia menyatakan, "Saya kira negara kita berutang kepada semacam penanaman modal oleh Pemerintah Inggris di wilayah yang belum dihuni, atau, masih sangat jarang penghuninya, Tanah Selatan Raya".
Menurut Senator Peris, pernyataan itu sangat keliru. Namun yang jadi masalah, setelah menuding pernyataan PM Abbott sebagai kekeliruan, Senator Peris menjadi target pelecehan rasis.
"Saya kini juga menerima surat-surat penuh kebencian hanya karena saya menyatakan pendapat saya bahwa pernyataan Abbott itu keliru," kata Senator Peris kepada ABC, Senin (7/7/2014).
"Ada yang mengatakan, sudahlah, atau kata-kata lainnya yang intinya 'kami menang, kamu kalah' semacam itulah," jelasnya.
Jika bicara tentang hubungan perdagangan Aborigin dengan dunia luar, Senator Peris justru merujuk kepada para pendatang dari Makassar, Indonesia.
"Saat bicara tentang penanaman modal asing, kita bisa bicara dengan penduduk Aborigin di wilayah Arnhem Land, yang telah berhubungan dagang dengan orang Makassar sejak ratusan tahun sebelum para pendatang Eropa. Dan hubungan dagang mereka sangat sukses," kata Senator Peris.
Secara bertepatan, minggu ini di Australia diperingati sebagai Pekan Naidoc, yang didedikasikan bagi penduduk Aborigin.
(nwk/nwk)
PM Abbott menyampaikan pidato di depan seminar Australian-Melbourne Institute, Kamis pekan lalu. Ia menyatakan, "Saya kira negara kita berutang kepada semacam penanaman modal oleh Pemerintah Inggris di wilayah yang belum dihuni, atau, masih sangat jarang penghuninya, Tanah Selatan Raya".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kini juga menerima surat-surat penuh kebencian hanya karena saya menyatakan pendapat saya bahwa pernyataan Abbott itu keliru," kata Senator Peris kepada ABC, Senin (7/7/2014).
"Ada yang mengatakan, sudahlah, atau kata-kata lainnya yang intinya 'kami menang, kamu kalah' semacam itulah," jelasnya.
Jika bicara tentang hubungan perdagangan Aborigin dengan dunia luar, Senator Peris justru merujuk kepada para pendatang dari Makassar, Indonesia.
"Saat bicara tentang penanaman modal asing, kita bisa bicara dengan penduduk Aborigin di wilayah Arnhem Land, yang telah berhubungan dagang dengan orang Makassar sejak ratusan tahun sebelum para pendatang Eropa. Dan hubungan dagang mereka sangat sukses," kata Senator Peris.
Secara bertepatan, minggu ini di Australia diperingati sebagai Pekan Naidoc, yang didedikasikan bagi penduduk Aborigin.











































