Kalangan industri pengolahan susu (IPS) dari Asia Tenggara tak lama lagi akan menelusuri padang rumput Negara Bagian Victoria di Australia, sebagai bagian dari program beasiswa baru yang diresmikan Rabu (18/6/2014) malam di Jakarta.
Menteri Pertanian Victorian Peter Walsh dan IPS Australia berada di Jakarta mengumumkan 15 beasiswa dairy (produk pengolahan susu), mengikuti program yang didanai serupa di China dan Jepang.
Manajer Kelompok Dairy Australia (DA) bidang perdagangan dan strategi, Charlie McElhone, mengatakan beasiswa itu dirancang untuk membangun kemitraan dan meningkatkan perdagangan di Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka adalah mitra penting dan membangun hubungan dengan pasar-pasar utama adalah sangat penting untuk industri dairy Australia," tambahnya.
15 peserta beasiswa itu akan dipandu mempelajari sistem produksi pengolahan susu, jaminan kualitas dan keamanan IPS di Victoria, dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap industri lokal.
Dengan ekspor dairy ke Asia Tenggara senilai AUS$810 juta di tahun 2013, yang merupakan 29 persen dari ekspor dairy secara keseluruhan itu, Charlie McElhone mengatakan ini adalah pasar utama, yang sangat kompetitif.
"Ada kesempatan besar bagi ekspor dairy Australia di kawasan Asia Tenggara, semua orang mengakui itu. Tapi pada saat yang sama ada kesadaran bahwa bidang ini sangat kompetitif," ujarnya.
"Kami mendapat persaingan kuat dari pasar seperti Selandia Baru, Uni Eropa dan Amerika Serikat, sehingga hubungan kemitraan itu yang sangat penting," kata McElhone.
Skema beasiswa ini akan tersedia untuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina, dan tambahan akan diberikan ke Kamboja, Laos, Myanmar dan Brunei.
(nwk/nwk)










































