Bayangkan anda dikunci di sebuah ruangan gelap dan diberi beberapa petunjuk tersembunyi untuk membantu anda keluar dari ruangan itu. Tantangan atau fun?
"Escape Room" - yang sedang "in" di Budapest dan kini mulai merambah global - telah mencapai Melbourne dan semakin banyak peminatnya.
Dr Owen Spear dan Ali Cheetham berpikir, anak-anak muda Melbourne mungkin akan senang dengan hiburan seperti ini, tertantang pada teka-teki untuk dipecahkan supaya dapat keluar dari ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peserta diberi briefing singkat sebelum dikunci di ruangan dan dipaksa berpikir keras untuk menebak isyarat dan petunjuk yang dipasang di seluruh ruangan guna membantu mereka keluar.
Berjam-jam peserta mencoba menebak sejumlah petunjuk yang disembunyikan pada benda-benda tak terduga, seperti musik dan pola-pola untuk dipecahkan.
Ruangan itu bertema era 1950-an, dilengkapi dengan sofa berdebu, sebuah lemari pakaian tua, sebuah rak buku dan beberapa lukisan.
Dr Cheetham mengatakan, ia dan Spear semula tidak merencanakan "escape room" itu sebagai eksperimen psikologi.
Ia mengatakan, para peserta akan menggunakan berbagai strategi dan tipe kepribadian mereka yang berbeda-beda menjadi nyata ketika mereka berada dalam ruangan itu.
Pasangan ini semula berharap akan menyelenggarakan lima sesi seminggu, tapi ternyata sekarang sampai 24. Hari biasa (Senin-Jumat) sudah penuh dipesan sampai Juli dan akhir pekan sudah penuh sampai November.
Ini membuktikan bahwa "escape room" begitu populer sehingga pasangan ini mengurangi pekerjaan utama mereka dan membuka cabang di gudang milik orangtua Dr Cheetham.
Mereka merencanakan sebuah tema pertambangan bagi "escape room" yang kedua.
Dr Spear mengatakan, waktu kecil ia suka membuat tes serupa untuk semut. Ia memasang buih untuk mengurung semut dan melihat apakah ia bisa keluar.
(nwk/nwk)











































