Menteri Perdagangan Australia Andrew Robb mengatakan tujuan kerjanya adalah untuk membuat Indonesia sebagai satu dari 10 mitra dagang Australia.
Robb menyampaikan hal tersebut dalam pertemuannya dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Suryo Sulisto yang sedang berkunjung ke Canberra minggu ini.
Robb mengatakan Australia harus mengukuhkan hubungan bisnisnya dengan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari perspektif dagang Indonesia juga tampak adanya keinginan untuk memperkuat hubungan.
"Kita punya potensi yang besar di depan mata," ujar Sulisto dalam pertemuan tersbut.
"Saya tidak melihat kenapa kita tidak bisa meningkatkan hubungan dagang kita."
"Nyatanya, kita tidak tidak nyaman melihat Indonesia tidak masuk dalam 10 mitra dagang utama Australia."
Saat ini Australia mempunyai lebih banyak hubungan dagang dengan Malaysia dan Thailand ketimbang Indonesia dan kedua negara tersebut memiliki perekonomian yang lebih kecil dibanding Indonesia.
"Saya harap bisa membuat Indonesia masuk sebagai 10 besar, itu tujuan saya sebagai Menteri Perdagangan," ujar Mr Robb.
Kenyataannya dalam 10 tahun ke depan perekonomian Indonesia sepertinya akan lebih besar daripada Jerman.
"Saya harus 'menjual' pesan itu kepada komunitas bisnis Australia. Setelah mereka paham, saya rasa Anda akan melihat banyak kemajuan."
Dalam pidato penyambutannya Ms Bishop mengatakan hubungan dagang kedua negara semakin tumbuh.
"Investasi Australia di Indonesia berjumlah total $10 milyar ($100 triliun) tahun lalu. Hubungan dagang kedua pihak bernilai sekitar $14,9 triliun di tahun 2013, menempatkan Indonesia pada posisi ke-12 dalam urutan mitra dagang Australia," jelas Ms Bishop.
"Pemerintah kita juga bekerjasama dalam lebih dari 60 bidang -ekonomi, pendidikan, teknik, kesehatan, sains, penegakan hukum, ketahanan, intelejen, keamanan dan lebih banyak lagi."
"Meskipun hubungan kedua negara mengalami berbagai masalah belakangan ini, kedua pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikannya. Karena hubungan kita penting."
Dalam rangkaian kunjungannya ke luar negeri baru-baru ini, Perdana Menteri Abbot dilaporkan berhasil melakukan dialag positif denga Presiden SBY, dalam upaya mencairkan hubungan kedua negara yang memburuk sehubungan dengan tuduhan memata-matai Indonesia yang terbuka bulan November lalu.











































