Kelompok Penari Aborigin Jadi Sensasi Baru di Internet

Kelompok Penari Aborigin Jadi Sensasi Baru di Internet

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 13:59 WIB
Jakarta -

Enam laki-laki Aborigin mengunggah video mereka ke internet. Dalam video itu, mereka melakukan tarian tradisional untuk 'Zorba the Greek'. Siapa sangka ternyata video itu sudah ditonton jutaan orang.

Kini, mereka pun akan berkeliling negara bagian New South Wales. Sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Keenam laki-laki warga asli Australia (Aborigin) adalah anggota kelompok tari Djuki Mala yang berasal dari Arnhem Land, Wilayah Utara Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat video yang diunggah ke YouTube, kelompok tersebut menjadi populer. Hingga kini video tersebut sudah ditonton oleh lebih dari 2 juta orang.

"Awalnya saya melihat mereka menari di Festival Ramingining. Kemudian saya merekamnya dengan video dan suami saya mengunggahnya ke YouTube," ujar Margaret Nyugunyungu, salah satu sesepuh suku Aborigin.

"Suami saya langsung terkejut melihat kalau video itu ditonton jutaan orang. Ia pun lalu berencana untuk menggelar tur," tambahnya.

Djuki Mala berencana menggelar tur keliling New South Wales, dekat mengunjungi beberapa kota, seperti Orange, Newcastle, Sydney, Tamworth, Cessnock dan Wollongong.

Salah satu anggotanya, Wakara Gondarra, yang masih berusia 19 tahun mengatakan kelompok ini ingin meningkatkan kepedulian soal kelestarian budaya Aborigin.

"Ini benar-benar sangat menyenangkan bagi kita, karena kita adalah generasi yang muda. Kita harus mulai memperlihatkan kepada orang-orang siapa itu kita dan dari mana kita berasal," kata Gondarra.

Djuki Mala, kelompok terdiri dari enam orang asal Wilayah Utara Australia (ABC Local:Robert Virtue)
Sementara bagi anggota lainnya, Djuki Mala, yang juga masih berusia 19 tahun mengatakan kunjungannya nanti ke New South Wales akan membuka matanya.

"Keliling New South Wales pastinya seru, mengenal cuaca yang lebih dingin, kehidupan dan pengalaman baru," ungkap Mala.

Daerah mereka berasal memang memiliki cuaca yang gaya hidup yang sangat berbeda dengan kota-kota di New South Wales.

Akankah tur mereka juga akan membawanya ke Indonesia? Kita lihat nanti.

Menangkan kursus bahasa Inggris di Australia - Klik tautan berikut: https://apps.facebook.com/australiaplus

(nwk/nwk)


Berita Terkait