Wakil komisioner Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW) Australia, Nick Kaldas, mengadakan pertemuan dengan komunitas muslim di Sydney terkait perang saudara yang terjadi di Suriah. Salah satu topik pertemuan adalah larangan bagi warga Australia untuk terlibat dalam konflik di negara Timur Tengah tersebut.
Para pemimpin komunitas muslim tersebut meminta agar Nick Kaldas, tidak memberlakukan UU Foreign Incursions tersebut karena dipandang membatasi ruang gerak mokunitas muslim untuk membantu korban perang di Suriah.
Nick Kaldas yang disebut-sebut sebagai calon kuat Komisioner Kepolisian NSW, juga diminta untuk menyampaikan aspirasi komunitas tersebut ke kalangan politisi di tingkat nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini sudah tiga warga Australia yang dikenakan tuntutan pelanggaran UU ini, namun bukti-bukti belum cukup untuk diajukan ke pengadilan.
Pemimpin komunitas muslim termasuk Dr Jamal Rifi, salah seorang tokoh Suriah di luar negeri, turut hadir dalam pertemuan. Ia menyatakan, UU tersebut secara tidak langsung menyebabkan upaya bantuan kemanusiaan kepada korban perang menjadi sulit dilakukan.
"Dalam enam bulan sejak UU ini diterapkan, upaya-upaya bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Suriah dari Australia menjadi terhenti," kata Jamal Rifi.
(nwk/nwk)











































