Robot pun Kini Bisa Racik Kopi Ala Barista

Robot pun Kini Bisa Racik Kopi Ala Barista

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2014 05:38 WIB
Jakarta -

Para barista di kedai kopi, dalam waktu dekat, bisa jadi akan bersaing dengan pasukan 'baristabots &rsquo' atau robot pembuat kopi yang bisa meracik kopi secara sempurna, tanpa akan pernah mengambil cuti sakit layaknya karyawan biasa.

Dalam gaya hidup modern, utamanya perkotaan, profesi barista kini semakin banyak dibutuhkan. Walau semua orang bisa membuat ekspreso, 'barista &rsquo' yang lihai tahu bagaimana menyeimbangkan waktu, temperatur, dan gerakan untuk memproduksi komposisi krim dan rasa yang pas. Tentunya tak semudah yang dibayangkan.

Dari awal biji kopi dipanen hingga momen dimana pelanggan menikmati cangkir kopinya, tiap langkah dalam persiapan secangkir kopi, kini, telah di-otomatisasi. Tempat pengolahan biji kopi menggunakan mesin untuk memanaskan dan mengaduk biji kopi, lalu menempatkannya dalam kantong-kantong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh proses diotomatisasi, kecuali di kedai kopi lokal. Di sini, pelanggan bisa membayar hingga 4 dolar untuk secangkir kopi karena persiapannya melibatkan tenaga kerja manusia.

Tentu saja proses otomatisasi lebih praktis, namun ada yang hilang dalam citarasa dari secangkir kopi, sentuhan manusia.

Bulan Oktober tahun lalu, kampus Universitas Texas mengenalkan sebuah tempat baru yang diberi nama kedai kopi 'Briggo &rsquo. Dengan luas sebesar 4.5 meter persegi, kedai ini dilengkapi robot ;‘Briggo &rsquo yang telah di &rsquoajari &rsquo atau diprogram tentang ;bagaimana membuat secangkir kopi yang enak ala Patrick Pierce, seorang ‘barista &rsquo kenamaan langganan pemenang penghargaan.

‘Briggo &rsquo memiliki ratusan sensor yang mampu membaca temperatur, tekanan, dan sederet fungsi lainnya yang menentukan hasil akhir dari secangkir kopi. Karena itu, ‘Briggo &rsquo bisa menyesuaikan diri dengan situasi di ;sebuah kedai kopi, demi menghasilkan racikan kopi yang pas.

Walau ini bukan sentuhan manusia sesungguhnya, namun rasanya mendekati buatan manusia.

Dengan Briggo, penikmat kopi bisa memprogram citarasa kopi yang diinginkannya. Bahkan, komposisi dalam pemrograman ini bisa ditransfer melalui email ke robot ‘Briggo &rsquo di kota lain, sehingga ketika sedang bepergian penikmat kopi tak kehilangan racikan kopi favoritnya.

Robot ‘Briggo &rsquo bisa direplikasi. Alatnya tinggal dirangkai dan diprogram sesuai dengan resep barista Pierce. Bukan tidak mungkin, dengan pemrograman yang tepat, ‘baristabot &rsquo atau robot barista ini bisa menghasilkan racikan kopi seperti buatan manusia sungguhan.

Dan kondisi ini sangat cocok dengan mimpi kapitalis, dimana kehadiran ‘baristabot &rsquo bisa menghapus slot cuti sakit, atau penalti yang dibayarkan perusahaan karena mempekerjakan di luar jam kerja.

Satu generasi yang lalu, Australia punya sederet ‘barista &rsquo yang mampu meracik kopi lezat. Satu generasi berikutnya, bisa saja para ‘barista &rsquo ini mulai tergantikan dengan ‘baristabot &rsquo.

Kedai kopi mungkin tidak akan hilang, namun profesi ‘barista &rsquo bisa jadi tergantikan.

(gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads