Biliuner Australia Andrew Forrest menyarankan pemerintah sebaiknya menghapuskan tunjangan keuangan bagi remaja penggangguran dalam APBN yang akan diumumikan 13 Mei mendatang.
Pengusaha pertambangan itu saat ini merampungkan penilaian atas pelatihan dan ketenagakerjaan kaum bumiputra Aborigin. Penilaian tersebut dikomisikan oleh pemerintah.
Forrest kemungkinan akan menyampaikan masukan agar penduduk di bawah usia 19 tahun, baik keturunan bumiputra atau bukan, tidak lagi diberi tunjangan, bila mereka tak bersekolah atau bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peraturannya secara umum harus tegas, karena dengan menjadikan tunjangan sebagai hal yang mendorong seseorang putus sekolah, tak akan membawa manfaat bagi siapapun," jelas Tudge.
ABC mengkonfirmasi bahwa mereka yang putus sekolah harus menunggu enam bulan sebelum mendaftar untuk mendapatkan tunjangan.
Selain itu, pemerintah juga ingin agar lebih banyak orang Aborigin yang mencari kerja di tempat yang lebih jauh dari tempat tinggal mereka.
"Seorang individu bebas memilih untuk mengambil kesempatan itu atau tidak, tapi kita ingin mendorong mereka dan memberi insentif," ucap Tudge.
Namun, ada yang meragukan manfaat dorongan bagi para kaum Aborigin untuk menninggalkan daerah tempat tinggal mereka. Salah satunya, Wes Morris dari Sentra Hukum dan Budaya Aborigin di Kimberley, Australia Barat.
"Kita sudah berkali-kali melihat bahwa itu tak hanya buruk bagi individu. Hasil dari segi ketenagakerjaannya juga buruk," jelas Morris, "Mereka punya hubungan dengan keluarga, akar budaya, identitas, dan tempat."
Sedangkan ketua kaum bumiputera Dubbo, 'Riverbank' Frank Doolan, berpendapat bahwa yang lebih penting adalah memiliki pekerjaan.
"Saya percaya bahwa yang harus kita lakukan adalah memberi kesempatan bagi anak muda kita untuk memiliki tempat yang merupakan hak mereka di masyarakat," katanya.
(nwk/nwk)











































